Penundaan Peluncuran Ioniq 9 oleh Hyundai Motors Indonesia Terkait Persaingan Harga Ketat
Hyundai Motors Indonesia mengonfirmasi bahwa peluncuran model baru, termasuk Ioniq 9, mengalami penundaan akibat persaingan ketat dari merek-merek mobil China.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Presiden Direktur Hyundai Motor Indonesia, Juhun Lee, menjelaskan bahwa keputusan ini diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan situasi pasar yang sangat kompetitif.
Hyundai Motors Indonesia mengungkap bahwa penundaan peluncuran Ioniq 9 disebabkan oleh invasi produk mobil China yang menciptakan perang harga. SUV listrik ini awalnya dijadwalkan rilis pada tahun 2025.
Juhun Lee menjelaskan, 'Tetapi kami membatalkan beberapa model ke sini, sebagian EV. Seperti Anda tahu, Ioniq 9, kami tidak membawa model itu dalam waktu dekat, karena, seperti saya bilang, kompetisi harga sangat keras, karena invasi merek China.'
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR
Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, merek mobil China mulai memberikan harga yang sangat kompetitif. Sebagai contoh, SUV listrik Jaecoo J5 dijual dengan harga mulai Rp249,9 juta, menjadikannya lebih terjangkau dibandingkan Toyota Veloz maupun Honda WR-V.
“Harga memenangkan permainan,” ungkap Lee, menekankan bahwa faktor harga menjadi kunci dalam menentukan keberhasilan penjualan di pasar otomotif Indonesia.
Hyundai kini berada dalam posisi 'wait and see', menunggu respon konsumen terhadap produk-produk dengan harga lebih rendah. Meskipun dikenal sebagai pelopor mobil listrik di Indonesia, tantangan dari merek-merek baru semakin menghadang.
Hyundai telah membangun ekosistem produksi yang kuat, tetapi mereka merasakan tekanan yang signifikan dari munculnya berbagai produk baru di pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: