Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 16:23 WIB

Memorable Tribute: Sandal Almarhum Epy Kusnandar Menjadi Simbol Kehadiran dalam Kenangan Keluarga

Author

Memorable Tribute: Sandal Almarhum Epy Kusnandar Menjadi Simbol Kehadiran dalam Kenangan Keluarga

Quentin Stanislavski, putra bungsu almarhum Epy Kusnandar, mengungkap makna mendalam di balik sepasang sandal milik ayahnya. Sandal tersebut menjadi cara bagi Quentin untuk merasakan kehadiran Epy dalam setiap langkah yang diambilnya.

Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?

Komitmen Quentin untuk terus menggunakan sandal tersebut bukan hanya sekadar kenangan, tetapi juga wujud penghormatan terhadap memori sang ayah yang berpulang pada 3 Desember 2025.

Makna Mendalam dari Sepasang Sandal

Dalam pernyataannya, Quentin menegaskan pentingnya sandal tersebut. Dia menyatakan, "Kalau barang-barang Papi yang aku pakai, ada sandal Papi. Jadi gimana aku bisa merasakan bumi yang Papi injak dengan alas kaki yang dia gunakan."

Sandal itu bukan hanya sekedar barang pribadi, melainkan simbol penghubung antara Quentin dan kenangan bersama ayahnya. "Itu sandal bakal aku pakai dan enggak akan aku biarin rusak," tambahnya.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan

Rencana Penyimpanan dan Museum

Istri Epy, Karina Ranau, mengungkapkan rencana untuk menyimpan barang-barang suaminya dalam sebuah museum. Dia menyebut, "Barang-barangnya jauh dari kata mewah. Semua itu rongsokan ya. Jadi mungkin akan kita museumkan."

Meskipun terlihat biasa, barang-barang tersebut memiliki nilai sentimental yang tinggi. "Barang-barangnya cuma Rp 50.000, cuma Rp 10.000 yang dia beli di Jatinegara, di tempat rongsokan. Tapi itu sangat berharga," jelas Karina.

Karina juga menekankan pandangan Epy terhadap benda-benda yang dianggap 'rusak'. Epy dikenal sebagai seniman yang menjunjung nilai seni di atas kemewahan, "Karena dia seniman yang gila, jauh dari kata kemewahan," ungkapnya.

Latar Belakang Kepergian Epy Kusnandar

Epy Kusnandar berpulang pada Rabu, 3 Desember 2025, di usia 61 tahun akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. Keluarga dan seluruh penggemar merasakan kehilangan yang mendalam.

Hari pemakaman dijadwalkan pada Kamis, 4 Desember 2025, di TPU Jeruk Purut. Kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh keluarganya tetapi juga oleh semua orang yang mengenalnya.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU