Jumat, 16 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Tantangan Berat Industri Kreatif Indonesia: Pembajakan Film Mengancam Masa Depan

Author

Tantangan Berat Industri Kreatif Indonesia: Pembajakan Film Mengancam Masa Depan

Industri kreatif Indonesia tengah menghadapi tantangan besar akibat maraknya pembajakan film dan konten digital. Riset terbaru mencatat sekitar 49,5 juta penonton beralih ke film bajakan, yang menyebabkan kerugian mencapai Rp30 triliun.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple

Fenomena ini menciptakan ketidakadilan dalam ekosistem digital, di mana satu pelanggan layanan streaming legal dilaporkan dibandingkan dengan 2,29 pengguna yang mengakses konten secara ilegal. Tanpa upaya signifikan, kerugian pada tahun 2030 diperkirakan dapat mencapai Rp25 hingga 30 triliun.

Dampak Pembajakan Terhadap Industri Kreatif

Data dari Asosiasi Video Streaming Indonesia (Avisi) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) menunjukkan pembajakan digital telah menjadi sumber kekhawatiran utama bagi penyedia layanan streaming, termasuk ViISION+. Darmawan Zaini, Chief Technology Officer VISION+, mengungkapkan, "Ini pertama kalinya kami melihat skala pembajakan digital di Indonesia sebesar ini."

Dampak pembajakan tidak hanya terfokus pada kerugian finansial, tetapi juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Menurut Darmawan, ancaman ini dapat mempengaruhi lapangan kerja dan keberlangsungan industri kreatif di Indonesia.

Situasi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi pelaku industri, di mana produsen konten legal menghadapi persaingan tidak adil dengan konten bajakan yang dapat diakses dengan mudah dan murah.

Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan

Peran Pemerintah Dalam Menangani Pembajakan

Ketua Avisi, Hermawan Susanto, menegaskan bahwa pembajakan memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan semua pihak terkait. "Kami berusaha membawa isu pembajakan ini supaya mendapat perhatian dari para stakeholder," ujarnya, untuk mengurangi kerugian yang semakin besar.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustina Rahayu, menilai bahwa tingginya angka penonton film bajakan dapat menjadi penghambat investasi di sektor kreatif. Ia menambahkan bahwa jika situasi ini tidak segera ditangani, investor akan ragu untuk berinvestasi di industri ini.

Kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri kreatif menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekosistem digital.

Ancaman Lain Terkait Pembajakan

Direktur Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Brigjen Pol Arie Ardian Rishadi, mengingatkan bahwa pembajakan bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga ancaman bagi generasi muda. Ia menekankan, "Mengakses konten ilegal sering kali berbarengan dengan bisnis ilegal lainnya, seperti judi online dan pornografi."

Sementara itu, Direktur Pengendalian Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Safriansyah Yanwar Rosyadi, menyoroti pentingnya pengawasan terhadap platform media sosial. Ia menjelaskan, "Ada langkah-langkah teguran satu, dua, hingga tiga. Jika tidak ada tindakan dari mereka, kami akan memberikan sanksi."

Pesan terkait pentingnya kesadaran akan bahaya pembajakan terus digaungkan, dengan harapan dapat mengubah perilaku konsumsi masyarakat dalam mengakses konten.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU