Hari Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari sebagai simbol kasih sayang antara pasangan dan orang terkasih. Asal usul dan tradisi perayaan ini ternyata memiliki perjalanan sejarah yang kaya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dua versi utama yang menjelaskan tentang awal mula Valentine dan bagaimana tradisi terkaitnya berkembang seiring waktu.
Asal Usul Valentine's Day
Menurut situs History, terdapat dua versi mengenai asal usul Valentine's Day. Versi pertama berkaitan dengan Festival Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari untuk menghormati dewa kesuburan.
Versi kedua mengisahkan seorang pendeta bernama St. Valentine, yang menentang larangan pernikahan bagi pria muda di bawah Kaisar Claudius II. Ia secara diam-diam menikahkan pasangan muda dan tertangkap, dihukum mati pada 14 Februari 270 Masehi.
Kisah St. Valentine kemudian diingat sebagai simbol perjuangan untuk cinta, menjadikan tanggal tersebut sebagai hari peringatannya. Itulah sebabnya, banyak orang mengaitkan perayaan ini dengan pengorbanan dan cinta yang tulus.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Makna di Balik 14 Februari
Hari kematian St. Valentine pada 14 Februari dianggap sebagai awal mula dirayakannya Valentine's Day. Kisahnya yang penuh pengorbanan membuat hari ini lebih dari sekadar berbagi kasih.
Valentine's Day kini menjadi simbol cinta yang diterima baik di berbagai latar belakang budaya maupun agama. Artinya, hari ini lebih dalam dari sekadar memberikan hadiah atau kartu.
Banyak orang meyakini bahwa perayaan ini bukan hanya tentang romansa, tetapi juga menghargai perjuangan cinta yang sesungguhnya.
Tradisi Valentine's Day
Perayaan Valentine's Day berkembang menjadi tradisi memberikan ucapan dan hadiah. Pada abad ke-18 di Inggris, muda-mudi mulai bertukar surat sebagai ungkapan kasih mereka.
Di Amerika Serikat, tradisi memberi surat di Hari Valentine dimulai sejak abad ke-17. Seiring waktu, dengan kemajuan teknologi, surat yang digunakan pun berganti menjadi kartu cetak.
Esther A. Howland, dikenal sebagai 'Ibu Valentine', memproduksi kartu Valentine massal pertama pada tahun 1840. Kartu-kartu ini dihias dengan ornamen menarik dan menciptakan tren baru dalam perayaan Hari Kasih Sayang.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: