Dibalik Sorotan: Perjuangan Kate Winslet Pasca Kesuksesan Titanic
Kate Winslet, aktris yang melambung namanya lewat film Titanic, kini membagikan kisah kelam dari hidupnya setelah film tersebut dirilis.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Meskipun meraih kepopuleran besar, ia mengalami tekanan yang tiada henti akibat sorotan media yang selalu mengawasinya.
Film Titanic yang dirilis pada tahun 1997 menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Kate Winslet. Perannya sebagai Rose DeWitt Bukater bersanding dengan Leonardo DiCaprio menjadikannya bintang internasional saat usia baru 22 tahun.
Setelah diluncurkan, film ini berhasil menempati posisi teratas box office selama 15 minggu, memberi Winslet ketenaran yang tak terduga. Namun, dibalik semua itu, ia mengungkapkan bahwa kehidupan setelah film tersebut menjadi sangat menantang.
"Itu mengerikan," ungkapnya saat berbicara di BBC Radio 4’s Desert Island Discs, menekankan bagaimana sorotan berlebihan menyulitkan hidupnya.
Kenaikan popularitas membawa Winslet ke dalam limelight yang tidak diinginkan, di mana paparazi menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Ia mengingatkan momen sulit ketika teleponnya disadap dan paparazi terus mengikutinya.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
"Aku benar-benar sendirian. Aku takut sekali, bahkan hanya untuk sekadar tidur," kata Winslet yang menunjukkan betapa beratnya tekanan mental yang ia alami.
Diskusi mengenai privasi menjadi sorotan utama saat Winslet mencatat beberapa wartawan yang melanggar etika untuk mendapatkan berita, termasuk menggali tempat sampahnya untuk mencari informasi pribadi.
Winslet menjelaskan bahwa intrusi media kembali meningkat setelah perceraian dengan sutradara Sam Mendes di tahun 2010. Terutama, paparazi sangat aktif mengintipnya ketika ia bersama anak-anaknya.
"Kamu tinggal tutup mulut, menunduk, dan terus berjalan," ujarnya, menyoroti sikapnya menghadapi tekanan sambil menjaga keharmonisan keluarganya.
Dukungan dari teman-teman dan komunitasnya juga menjadi pilar penting. Winslet merasa beruntung memiliki tetangga yang selalu siap membawakan makanan dan minuman saat dirinya merasa tenggelam dalam tekanan.
Ia tidak ragu untuk berbagi stigma terkait body shaming yang ia hadapi, mengatakan, "Itu benar-benar mengerikan," yang menunjukkan betapa seriusnya pengaruh media terhadap kesejahteraannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: