Menyongsong Ramadhan, Warga Aceh Menanti Bantuan Uang Meugang di Pendopo Gubernur
Ratusan warga Banda Aceh berkumpul di Pendopo Gubernur Aceh pada Rabu (18/2/2026) untuk menunggu bantuan uang meugang menjelang bulan suci Ramadhan. Aksi ini mencerminkan harapan tinggi masyarakat akan bantuan tradisional yang telah berlangsung setiap tahun.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat
Meski telah menunggu selama tiga hari, belum ada kepastian soal realisasi bantuan tersebut. Warga berharap dapat mendapatkan penjelasan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau perwakilan pemerintah setempat.
Pantauan di lokasi menunjukkan keberagaman pengunjung, mulai dari remaja hingga orang tua, dengan banyak di antaranya membawa anak. Beberapa tampak berusaha untuk masuk ke dalam pendopo, sementara yang lain memilih duduk di halaman.
Pengamanan dilakukan oleh aparat kepolisian dan Satpol PP-WH untuk menjaga ketertiban. Meski demikian, banyak warga terlihat frustrasi menunggu tanpa kepastian.
Dalam suasana penuh harapan ini, warga berusaha menjalin komunikasi untuk mendapatkan informasi mengenai bantuan yang dijanjikan.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Nuraini, seorang warga dari Gampong Ulee Lheue, menegaskan bahwa pembagian uang meugang merupakan tradisi tahunan yang sangat dinantikan. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakpastian bantuan tahun ini.
"Dari zaman ke zaman memang dibagi uang meugang untuk beli daging, kali ini saja tidak ada. Sudah tiga hari kami di sini," tutur Nuraini.
Ia menjelaskan bahwa biasanya warga datang ke pendopo untuk menerima bantuan, namun tahun ini hanya disuguhkan janji-janjian tanpa kejelasan.
Ketidakpastian seputar bantuan uang meugang mengundang rasa kecewa di kalangan masyarakat. "Tiap meugang kami selalu ke sini. Tapi kali ini tidak ada kejelasan sama sekali. Janganlah disakiti hati masyarakat," ujar Nuraini melanjutkan.
Situasi ini menggambarkan betapa tinggi harapan masyarakat akan bantuan tersebut, dan ketidakpastian yang ada memengaruhi jeritan hati mereka.
Kerumunan ini tidak hanya mencerminkan kekecewaan, tetapi juga menyoroti perlunya perhatian pemerintah dalam memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap tradisi meugang yang telah lama ada.
Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: