Komika Pandji Pragiwaksono baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Toraja akibat leluconnya yang viral dan menimbulkan kemarahan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV
Permintaan maaf tersebut disiarkan melalui akun Instagram resminya dan diikuti dengan dialog bersama Rukka Sombolinggi dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).
Reaksi Masyarakat Toraja
Kemarahan masyarakat Toraja terhadap lelucon Pandji muncul setelah klip pertunjukan 'Mesakke Bangsaku' menjadi viral.
Para penggemar dan pendukung budaya Toraja menganggap lelucon tersebut merendahkan dan tidak menghormati nilai-nilai budaya yang mereka pegang.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Dialog dan Pembelajaran
Dalam upaya mendalami permasalahan, Pandji mengadakan dialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekretaris Jenderal AMAN.
Rukka menjelaskan makna mendalam dari budaya Toraja yang membantu Pandji menyadari kesalahannya, "Dalam pembicaraan kami lewat telepon, Ibu Rukka menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja—tentang maknanya, nilainya, dan kedalamannya."
Langkah Sebelum dan Setelah Permintaan Maaf
Saat ini, terdapat dua mekanisme hukum yang berlangsung; proses hukum formal melalui kepolisian dan proses hukum adat.
Pandji menegaskan komitmennya untuk menghormati tradisi adat yang berlaku di Toraja, "Saya akan berusaha mengambil langkah itu. Namun bila secara waktu tidak memungkinkan, saya akan menghormati dan menjalani proses hukum negara yang berlaku."
Dia juga berharap insiden ini bisa meningkatkan sensitivitasnya sebagai pelawak dan menekankan pentingnya membahas isu SARA dengan cara yang tepat.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: