Bareskrim Polri mengadakan pemeriksaan terhadap admin akun YouTube komika Pandji Pragiwaksono yang berinisial SB terkait dugaan penghinaan terhadap masyarakat Toraja. Tindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang menyoroti isu SARA dalam konten yang diunggah.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Kombes Rizki Agung Prakoso, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber, menjelaskan bahwa ada 33 pertanyaan diajukan selama pemeriksaan untuk menyelidiki konten video yang dianggap mengandung unsur SARA.
Latar Belakang Kasus
Kasus ini dimulai dari laporan oleh Aliansi Pemuda Toraja pada awal bulan ini, yang mengklaim bahwa materi komedi Pandji mengandung rasisme dan diskriminasi terhadap etnis tertentu. Dalam hal ini, perwakilan Aliansi, Prilki Prakasa Randan, menyatakan bahwa pernyataan Pandji mengenai kemiskinan masyarakat Toraja akibat tradisi pemakaman yang mahal sangat menyakitkan.
Randan menambahkan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan ketidakpekaan terhadap budaya dan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat Toraja. Hal ini menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat setempat, yang merasa dihina melalui materi yang disampaikan.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Proses Pemeriksaan dan Hasil Awal
Proses pemeriksaan oleh Bareskrim Polri berfokus pada aspek prosedural dalam pengeditan video dan pilihan narasi yang digunakan. Kombes Rizki mengungkapkan pentingnya kesaksian dari SB tentang perannya sebagai admin yang mengikuti instruksi langsung dari pemilik kanal.
SB adalah bagian dari tim Pandji Pragiwaksono sejak 2010 dan bertindak sebagai admin kanal YouTube sejak 2019, menunjukkan adanya hubungan kerja yang lama antara mereka. Ini menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan selama pemeriksaan.
Respons dan Tindakan Pandji Pragiwaksono
Menanggapi laporan tersebut, Pandji Pragiwaksono pada 4 November 2025 secara terbuka meminta maaf dan menunjukkan kesediaan untuk berdialog dengan masyarakat Toraja. Dalam pernyataannya, ia juga menyatakan bahwa Rukka akan berperan sebagai mediator untuk pertemuan dengan pihak adat.
Pandji juga menyatakan bahwa jika dialog sulit terwujud, ia akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pernyataannya menunjukkan keterbukaan untuk menyelesaikan konflik secara damai, sambil siap menghadapi konsekuensi hukum yang ada.
Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: