Tren Quiet Luxury: Revolusi dalam Dunia Fashion
Di dunia fashion yang terus berkembang, konsep 'Quiet Luxury' mulai menarik perhatian banyak orang. Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan perubahan cara pandang terhadap kemewahan dalam berpakaian.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Dengan fokus pada kualitas, detail, dan kesederhanaan, Quiet Luxury menggantikan perhiasan mencolok dengan jam tangan klasik dan tas yang tak terbantahkan keanggunannya. Ini adalah gaya yang berbicara dalam keheningan.
Quiet Luxury adalah tren mode yang menekankan kualitas dan desain yang tak lekang oleh waktu, daripada logo besar dan gaya yang mencolok.
Fenomena ini berawal dari ketidakpuasan konsumen terhadap barang-barang mewah yang terlalu mencolok dan terlalu banyak mengandalkan branding.
Dikenal juga sebagai 'stealth wealth', Quiet Luxury menjadi simbol status baru yang lebih berfokus pada nilai dan pengalaman.
Merek-merek seperti Loro Piana dan The Row telah memimpin gerakan ini, menyediakan produk yang berkualitas dengan fokus pada detail yang halus.
Terdapat perubahan signifikan dalam nilai-nilai generasi muda saat ini, yang lebih memilih kepraktisan dan keberlanjutan.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Media sosial juga memainkan peran penting dalam menyebarkan kesadaran akan Quiet Luxury, dengan influencer sering kali mengenakan pakaian yang mendukung konsep ini.
Keinginan untuk tampil berkelas namun tetap nyaman juga menjadi faktor menarik banyak orang.
Dengan kesibukan sehari-hari, pakaian yang nyaman namun terlihat stylish sangat diidamkan oleh banyak orang.
Quiet Luxury tidak hanya mempengaruhi apa yang dikenakan orang, tetapi juga berdampak pada cara merek memasarkan produk mereka.
Merek-merek fashion kini berfokus pada storytelling yang menyoroti proses pembuatannya, alih-alih sekadar penyampaian itu adalah barang 'mahal' saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: