Sabrina Gonzales Pasterski: Ilmuwan Muda yang Mengubah Paradigma Fisika
Sabrina Gonzales Pasterski, ilmuwan berusia 32 tahun, kini menjadi sorotan dunia setelah risetnya diakui oleh Stephen Hawking, salah satu fisikawan terkemuka dunia.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan
Dikenal sebagai 'Next Einstein', prestasi Sabrina meliputi lulusan terbaik dari MIT dan kontribusi signifikan di bidang fisika teoritis.
Sabrina Gonzales Pasterski terlahir dengan bakat alami dalam sains. Semasa kecil, tepatnya di usia 12 tahun, ia menciptakan pesawat kecil, mencerminkan kemampuan teknisnya yang luar biasa.
Ia melanjutkan pendidikan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mencatatkan namanya sebagai lulusan terbaik di bidang fisika. Setelah itu, Sabrina terus menempuh studi di Harvard dan bersama timnya menemukan teori Spin Memory Effect.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat dalam Perawatan Kulit
Hasil penelitian Sabrina diterbitkan di jurnal ilmiah ternama, menarik perhatian Stephen Hawking yang mengutip karyanya. Ini menjadi bukti nyata dari kualitas ilmiah dan orisinalitas yang dimiliki oleh Sabrina.
Sabrina memiliki tawaran dari Brown University senilai USD 1,1 juta (sekitar Rp 18,6 miliar), namun memilih untuk bergabung dengan The Perimeter Institute for Theoretical Physics yang didirikan pada tahun 2021.
Di The Perimeter Institute, Sabrina memimpin Celestian Holography Initiative, yang fokus pada studi ruang waktu dengan menggunakan teori kuantum. Tim ini berupaya menggali konsep-konsep fundamental dalam fisika.
Selain riset, Sabrina aktif berbagi pengetahuan di media sosial dan mendirikan saluran YouTube bernama PhysicsGirl. Di sana, ia membagikan pengetahuan tentang fisika dan hasil penelitiannya dengan cara yang mudah dipahami.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: