shelifestyle.id – Nyeri haid, atau dismenore, sering dianggap sepele oleh sebagian wanita. Namun, nyeri yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Banyak yang beranggapan nyeri haid adalah hal biasa, padahal jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk tidak menganggapnya remeh.
Nyeri haid adalah rasa sakit di area perut bagian bawah yang muncul sebelum dan selama menstruasi. Rasa sakit ini bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat hebat, dan sering disertai gejala lain seperti mual dan pusing.
Dismenore terbagi menjadi dua jenis: primer dan sekunder. Dismenore primer terjadi tanpa adanya kondisi medis tertentu, sedangkan dismenore sekunder disebabkan oleh kondisi medis seperti endometriosis atau fibroid.
Salah satu penyebab umum nyeri haid berlebih adalah peningkatan produksi prostaglandin. Hormon ini menyebabkan kontraksi rahim yang intens, sehingga nyeri dapat terasa lebih hebat.
Jika nyeri haid berlanjut atau semakin parah, ada kemungkinan ada masalah kesehatan lain. Beberapa kondisi seperti endometriosis, fibroid rahim, atau penyakit radang panggul bisa menjadi penyebab nyeri yang intens dan memerlukan penanganan medis.
Mencari bantuan medis sangat penting apabila nyeri haid mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidak merespons pengobatan. Gejala lain yang perlu diperhatikan termasuk perdarahan yang sangat banyak, nyeri yang semakin parah, atau demam.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan tes tambahan seperti USG untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi serius. Sangat dianjurkan untuk membicarakan semua gejala yang dialami demi mendapatkan perawatan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: