BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 11:43 WIB

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital dan Dampaknya

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital dan DampaknyaFenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital dan Dampaknya

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin meningkat di era digital, terutama di kalangan pengguna smartphone. Kebiasaan memeriksa notifikasi kini telah menjadi bagian rutin dari keseharian banyak orang.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental, tetapi juga produktivitas dan interaksi sosial individu. Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, masalah ini perlu perhatian lebih dari masyarakat.

Penyebab Utama FOMO dan Perilaku Cek Notifikasi

Fear of Missing Out (FOMO) merupakan kondisi psikologis yang membuat individu merasa cemas jika tidak mendapatkan informasi terbaru. Pengaruh media sosial adalah faktor utama yang mendorong munculnya FOMO, karena menyediakan informasi yang instan dan menarik.

Sosial media menjadi platform bagi individu untuk berbagi berbagai momen hidup mereka. Ketika melihat teman-teman aktif di media sosial, orang cenderung merasa terdorong untuk ikut terlibat, yang kemudian tumbuh menjadi keinginan untuk terus memeriksa notifikasi.

Permasalahan ini diperparah oleh push notification dari berbagai aplikasi yang ada. Setiap kali notifikasi berbunyi, pengguna merasa terpaksa untuk mengecek ponsel mereka, sehingga mengganggu konsentrasi dan menurunkan produktivitas.

Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive

Dampak Kesehatan Mental

Kebiasaan untuk terus memeriksa notifikasi dapat memicu stres, kecemasan, dan bahkan depresi. Usahanya untuk tetap terhubung sering mengarah pada rasa ketidakpuasan yang mendalam.

Berdasarkan penelitian, individu dengan tingkat FOMO tinggi lebih mungkin menghadapi masalah dalam hubungan sosial mereka. Mereka sering kali merasa terasing dan kurang terlibat dalam interaksi langsung.

Dalam konteks kesehatan mental, FOMO berpotensi mengalihkan fokus individu pada interaksi virtual, mengabaikan hubungan yang lebih mendalam di dunia nyata. Ini dapat berpengaruh negatif terhadap kualitas kebahagiaan dan kepuasan hidup secara keseluruhan.

Solusi dan Upaya Mengatasi FOMO

Untuk mengatasi FOMO, dibutuhkan pendekatan yang strategis, kadang-kadang dengan bantuan profesional. Salah satu langkah awal adalah menyadari kebiasaan penggunaan ponsel dan membatasi waktu untuk memeriksa notifikasi.

Penting juga bagi pengguna untuk memprioritaskan aktivitas offline, seperti bersosialisasi dengan keluarga atau teman secara langsung. Ini tidak hanya memperbaiki kualitas hubungan namun juga mengurangi ketergantungan pada ponsel.

Teknik mindfulness dan relaksasi juga bisa diterapkan untuk membantu individu merasa lebih tenang dan terhubung dengan diri sendiri tanpa gangguan digital.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital dan Dampaknya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!