Bella Hadid: Berbagi Perjuangan Melawan Depresi dan Kesehatan Mental
Supermodel Bella Hadid baru-baru ini membuka diri tentang perjuangan melawan depresi dan kecemasan dalam unggahan di Instagram-nya.
Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi
Setelah merayakan ulang tahun ke-29, ia membagikan puisi yang menyoroti dampak psikologis yang memengaruhi hidupnya dan pentingnya meminta bantuan.
Di Instagram, Bella Hadid, yang memiliki lebih dari 61 juta pengikut, menjelaskan tantangan yang dihadapinya selama bertahun-tahun terkait depresi.
Ia mengatakan, "Ketika beban terasa terlalu berat, dan masa depan tampak suram, tak apa untuk berhenti sejenak jika Anda merasa telah kehilangan semangat." Ini adalah dorongan bagi mereka yang juga merasa sulit.
Bella mengaku kerap merasa malu dengan kondisi mentalnya, tetapi kini berusaha menerima sifat sensitif dan empatinya sebagai kekuatan yang dimilikinya.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Bella menggarisbawahi bahwa kepekaan terhadap kondisi mental tidaklah menjadi kelemahan. Ia menyatakan, "Itu bukan kelemahan, itu bagian dari diriku. Kepekaanku, kesadaranku, empatiku... itulah yang menjadikan kita manusia."
Selain itu, Bella juga menyoroti pengalamannya bersama UNICEF, di mana ia menyaksikan anak-anak dan keluarga yang mengalami trauma.
Ia mencatat, "Di balik senyuman itu, mereka mengalami pertempuran tak terlihat yang sama melawan kecemasan, PTSD, dan ketakutan, namun tanpa akses terhadap perawatan dan keamanan yang sering kita anggap remeh."
Unggahan Bella ini bersamaan dengan kabar tentang perjuangannya melawan penyakit Lyme yang telah berlangsung selama 13 tahun.
Ia sebelumnya mengundang perhatian penggemar saat terlihat menjalani perawatan dengan infus dan tabung oksigen, yang menambah tantangan bagi kesehatan mentalnya.
Bella menekankan, "Tolong jangan merasa takut untuk meminta bantuan. Saya pernah ke sana, dan saya mulai memahami cara kerja pikiran saya dengan berbicara kepada orang lain." Pengalamannya ini diharapkan mampu memotivasi orang lain untuk berbicara tentang masalah kesehatan mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: