BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 16:05 WIB

Klarifikasi Dinas Kesehatan DKI Terkait Peningkatan Kasus ISPA

Klarifikasi Dinas Kesehatan DKI Terkait Peningkatan Kasus ISPAKlarifikasi Dinas Kesehatan DKI Terkait Peningkatan Kasus ISPA

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menanggapi peningkatan laporan penyakit mirip COVID-19 dalam sebulan terakhir. Ia menjelaskan bahwa tidak ada lonjakan signifikan dalam kasus penyakit tertentu, meskipun ada kenaikan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Menurut Ani, peningkatan kasus ISPA yang terpantau mengikuti pola musiman yang biasa terjadi setiap tahun. Ia menambahkan bahwa faktor cuaca yang tidak menentu juga bisa menyebabkan keluhan berkepanjangan di kalangan masyarakat.

Peningkatan Kasus ISPA

Dalam keterangan pers, Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa meskipun kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan, namun hal ini masih dalam batas normal. 'Sejauh ini untuk kasus ISPA masih sesuai dengan polanya,' ungkapnya.

Pola musiman ini umumnya terjadi ketika cuaca berubah-ubah, yang berpotensi meningkatkan keluhan kesehatan masyarakat. Meski demikian, Ani menegaskan bahwa tidak ada tren kasus yang perlu dikhawatirkan saat ini.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Faktor Penyebab dan Upaya Penanganan

Ani mencatat bahwa keluhan yang muncul di masyarakat sering kali terkait dengan kondisi cuaca yang tidak stabil. Hal ini berkontribusi terhadap keluhan kesehatan yang dapat meniru gejala COVID-19, meskipun kasus yang terlaporkan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap berbagai penyakit berpotensi wabah melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Ia juga menekankan pentingnya memantau laporan kesehatan dari warga.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Ani juga menyatakan bahwa Dinas Kesehatan DKI memiliki 292 puskesmas pembantu dan 44 puskesmas kecamatan yang siap melayani masyarakat. 'Faskes yang ada di seluruh Jakarta sudah siap,' tegasnya.

Dinas kesehatan menyebutkan bahwa sebagian besar puskesmas kecamatan beroperasi selama 24 jam. 'Silakan berobat ke puskesmas, ke faskes, sehingga bisa dilakukan deteksi dini terhadap penyakit apapun,' tambah Ani.

Ia juga menginformasikan bahwa meskipun kasus COVID-19 masih ada, tingkat keparahan yang ditimbulkan kini cenderung rendah. 'COVID-19 itu kita sekarang adalah masuk ke fase endemis,' tutup Ani.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Klarifikasi Dinas Kesehatan DKI Terkait Peningkatan Kasus ISPA

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!