Pisang dan Potensinya Mencegah Kanker: Studi 20 Tahun Menyoroti Manfaat Kesehatan
Pisang, buah yang kaya akan nutrisi, menunjukkan potensi signifikan dalam mencegah kanker berdasarkan penelitian yang berlangsung selama 20 tahun.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Studi ini melibatkan hampir 1.000 pasien dan menemukan bahwa konsumsi rutin pisang dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker secara keseluruhan.
Pati resistan yang terdapat dalam pisang, khususnya yang masih hijau, menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Penelitian menunjukkan bahwa pati resistan memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko kanker, dengan perlindungan paling terlihat pada kanker saluran cerna bagian atas seperti esofagus dan lambung.
Dalam studi yang diterbitkan di Cancer Prevention Research, konsumsi pati resistan selama rata-rata dua tahun tidak menunjukkan perubahan signifikan terhadap kanker usus. Namun, penurunan risiko yang signifikan justru terlihat pada jenis kanker lainnya.
Profesor John Mathers dari Universitas Newcastle mengatakan, 'Kami menemukan bahwa pati resistan mengurangi berbagai jenis kanker hingga lebih dari 60%. Efeknya paling nyata di bagian atas usus.'
Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan
Penelitian ini dilakukan antara tahun 1999 hingga 2005, melibatkan hampir 1.000 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi pati resistan, sementara kelompok lainnya menerima plasebo.
Setelah tindak lanjut selama dua dekade, hasil penelitian menunjukkan hanya lima kasus baru kanker saluran cerna bagian atas yang terdeteksi di antara peserta yang mengonsumsi pati resistan. Sebaliknya, sebanyak 21 kasus baru dilaporkan di kelompok plasebo.
Profesor Sir John Burn menekankan, 'Temuan bahwa aspirin dapat mengurangi risiko kanker usus besar dan kanker lainnya hingga setengahnya sangatlah penting.'
Dengan hasil yang menjanjikan, tim peneliti melanjutkan dengan uji coba internasional bernama CaPP3, melibatkan lebih dari 1.800 orang dengan sindrom Lynch. Uji coba ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan dosis aspirin yang lebih kecil dan aman untuk menurunkan risiko kanker lebih lanjut.
Penelitian ini didanai oleh sejumlah lembaga, termasuk Cancer Research UK, menunjukkan keseriusan global dalam mencari solusi untuk memerangi kanker. Para peneliti menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk mereplikasi hasil dan memahami mekanisme pencegahan ini.
Profesor Tim Bishop dari Sekolah Kedokteran Leeds mengungkapkan, 'Hasilnya menggembirakan, tetapi besarnya efek perlindungan pada saluran pencernaan bagian atas tidak terduga sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mereplikasi temuan ini.'
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: