Tinitus: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Menanganinya
Tinitus adalah kondisi medis di mana seseorang mendengar suara berdenging di telinga tanpa adanya sumber suara eksternal. Meski bukan penyakit yang berbahaya, gejala ini bisa sangat mengganggu dan memengaruhi kualitas hidup mereka yang mengalaminya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Beberapa penyebab umum tinitus meliputi paparan suara keras yang berkelanjutan. Paparan ini dapat merusak sel-sel di telinga, memicu timbulnya suara berdenging.
Penumpukan kotoran telinga yang berlebihan juga menjadi faktor penyebab. Selain itu, kondisi medis lain seperti infeksi telinga dan gangguan pendengaran terkait usia turut berkontribusi.
Masalah kesehatan seperti stres atau gangguan tiroid dapat memicu tinitus. Penting untuk mengenali penyebabnya agar dapat mendapatkan perawatan yang sesuai.
Gejala tinitus bervariasi pada setiap individu, dengan suara yang mungkin berupa dengungan, desiran, atau suara musik. Intensitas dan durasi suara tersebut berbeda, tergantung pada penyebab yang mendasari.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Tinitus terkadang disertai gejala lain seperti kesulitan mendengar atau perasaan penuh di telinga. Jika gejala ini semakin mengganggu, pemeriksaan medis diperlukan.
Meskipun tidak semua individu mengalami gangguan pendengaran bersama tinitus, beberapa orang mungkin melihat kondisi pendengarannya menjadi lebih buruk akibatnya.
Penanganan terhadap tinitus sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika penyebabnya kerusakan pendengaran, alat bantu dengar bisa menjadi solusi mengurangi efek suara berdenging.
Terapi suara juga dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian dari suara yang mengganggu. Hal ini memungkinkan individu untuk mendengarkan suara lain yang lebih menenangkan.
Dalam beberapa kasus, terapi perilaku kognitif atau konseling membantu individu mengelola stres dan kecemasan yang terkait. Pendekatan ini menawarkan cara holistik dalam menangani gejala tinitus.
Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: