Meningkatnya Kasus Hipertensi di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Ginjal
Indonesia diprediksi akan mencatat sekitar 65 juta kasus hipertensi pada 2023, menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Hipertensi menjadi pemicu utama yang signifikan bagi gagal ginjal, terutama di kalangan usia muda.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Kekhawatiran ini semakin mendalam karena banyak orang masih enggan untuk mencari pengobatan akibat informasi keliru. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, menekankan pentingnya penanganan hipertensi.
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah penyebab utama gagal ginjal. Ketika tekanan darah tidak terkontrol, aliran darah ke ginjal dapat terhambat, merusak pembuluh darah yang ada.
Ginjal berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah, sehingga gangguan pada fungsi ginjal akan berdampak pada sistem tubuh lainnya. Diagnosis hipertensi dilakukan dengan memeriksa tekanan darah yang jika melebihi 140/90 mmHg, bisa menjadi indikator.
Kerusakan yang diakibatkan oleh hipertensi bisa bersifat progresif, membuatnya menjadi hal yang serius bila tidak ditangani. Penting bagi masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan demi kelangsungan fungsi ginjal.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Pentingnya Perhatian untuk Generasi Muda
Menurut penelitian dari American Heart Association, hipertensi berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada arteri ginjal. Kerusakan ini menghalangi pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh ginjal.
Akibatnya, kualitas filtrasi darah mengalami penurunan, dan kondisi ini menimbulkan efek domino yang memburuk. Hipertensi yang tidak terpasang juga dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada ginjal.
Gangguan ini selanjutnya menciptakan siklus di mana hipertensi memperburuk kondisi ginjal, dan ginjal yang terganggu meningkatkan hipertensi. Jadi, penanganan segera sangat penting.
Meski menjadi ancaman serius, hanya 40-60 persen pasien yang menerima perawatan rutin. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa stigma dan hoaks di masyarakat sering kali membuat orang enggan berobat.
Kekhawatiran tentang dampak negatif pengobatan terhadap kesehatan ginjal membuat banyak yang menghindari untuk mendapatkan perawatan. Padahal, pengobatan hipertensi itu sendiri adalah kunci untuk melindungi ginjal.
Masyarakat perlu menyadari bahwa menjaga tekanan darah tetap terkontrol adalah langkah penting dalam pencegahan gagal ginjal dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: