Memahami Osteoarthritis: Penyakit Sendi Umum di Kalangan Lansia
Osteoarthritis atau radang sendi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di kalangan lansia di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan nyeri sendi, kaku, dan pembengkakan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Risiko terkena osteoarthritis meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga pemahaman tentang penyakit ini sangat penting untuk membantu lansia mengelola gejala dan kualitas hidup mereka.
Osteoarthritis adalah bentuk arthritis yang paling umum, biasanya terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini muncul akibat kerusakan kartilago sendi, yang berfungsi sebagai pelindung ujung tulang dan meningkatkan kelancaran pergerakan.
Saat kartilago mulai menipis, tulang akan saling bergesekan yang menyebabkan rasa sakit. Gejala awal sering kali berupa nyeri saat bergerak dan kaku di sendi, terutama setelah beristirahat.
Osteoarthritis dapat mempengaruhi hampir semua sendi, namun yang paling sering terjadi pada lutut, pinggul, punggung bawah, dan jari. Ada peningkatan risiko bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula Memulai Kebiasaan Sehat
Gejala osteoarthritis bervariasi tergantung tingkat keparahan penyakit. Nyeri sendi saat beraktivitas, bengkak, dan kaku setelah beristirahat sehari-hari adalah beberapa tanda yang umum.
Dalam beberapa kasus, suara ‘berderak’ bisa terdengar saat sendi bergerak. Ini menunjukkan adanya gesekan antara tulang yang berhubungan langsung tanpa lapisan pelindung kartilago.
Gejala yang muncul sebaiknya tidak diabaikan, karena jika tidak ditangani, dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang lebih parah dan memperburuk kualitas hidup.
Pengelolaan osteoarthritis meliputi pendekatan seperti perubahan gaya hidup dan terapi fisik. Olahraga ringan dapat membantu memperkuat otot-otot di sekitar sendi dan meningkatkan fleksibilitas.
Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk mendapatkan terapi yang tepat. Penggunaan obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) mungkin direkomendasikan.
Diet juga memainkan peran penting; konsumsi makanan anti-inflamasi yang kaya omega-3 dan serat dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri. Menjaga berat badan ideal juga dapat mengurangi tekanan pada sendi.
Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: