Diet Ekstrem: Remaja Kanyaumari Meninggal Akibat Praktik Berbahaya
Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun di Kanyakumari, Tamil Nadu, India, meninggal dunia akibat dugaan sesak napas yang berkaitan dengan diet ekstrem yang dijalaninya.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Keluarganya menyebut bahwa remaja tersebut menjalani pola makan yang hanya terdiri dari jus buah selama tiga bulan terakhir tanpa pengawasan medis.
Remaja bernama Saktheeswaran ini diketahui memiliki tubuh yang sehat dan aktif sebelum memutuskan mengikuti program diet ekstrem yang dipandu melalui video di internet.
Keluarganya menjelaskan bahwa selama tiga bulan belakangan, Saktheeswaran hanya mengonsumsi jus buah dan sepenuhnya menghindari makanan padat. "Saktheeswaran hanya mengonsumsi jus buah, sepenuhnya menghindari makanan padat, dalam upaya mengikuti program diet daring tersebut," ungkap keluarga dalam pernyataan mereka.
Selain itu, Saktheeswaran juga mengambil obat-obatan tertentu yang tidak diidentifikasi dan melakukan rutinitas olahraga. Praktik ini dilakukan tanpa adanya konsultasi dengan ahli gizi atau profesional medis.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Tindakannya membuat banyak orang di sekitarnya khawatir, karena ia seringkali menghindari kegiatan olahraga di sekolah demi menjaga berat badannya.
Setelah diterima di perguruan tinggi, ia semakin berkomitmen untuk menurunkan berat badan sebelum memulai perkuliahan. Pengamat memperhatikan penurunan berat badannya yang signifikan, membuat ia terlihat lebih kurus dalam waktu singkat.
Momen kritis terjadi saat keluarga mengadakan ritual pooja. Dalam acara tersebut, Saktheeswaran mengonsumsi makanan padat untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan. Hal ini menyebabkan ia mengalami muntah, sesak napas, dan pingsan.
Meskipun penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan, dugaan sementara adalah mati lemas akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Dokter kini sedang menganalisis laporan autopsi untuk mencari tahu seberapa besar pengaruh diet ekstremnya terhadap kematiannya.
Kejadian ini menjadi perhatian luas mengenai bahaya diet yang tidak seimbang, terutama yang diikuti tanpa pengawasan medis. Situasi ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya memperoleh informasi dan bimbingan dari ahli kesehatan sebelum menjalani pola makan tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: