BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 14:13 WIB

Penemuan Virus Corona Baru pada Kelelawar di Brasil, BRZ batCoV

Penemuan Virus Corona Baru pada Kelelawar di Brasil, BRZ batCoVPenemuan Virus Corona Baru pada Kelelawar di Brasil, BRZ batCoV

Para ilmuwan dari Universitas Osaka, Jepang, telah mengidentifikasi virus corona baru yang ditemukan pada kelelawar di Brasil, dinamakan BRZ batCoV. Virus ini memiliki kesamaan genetik dengan SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, yang menunjukkan bahwa mungkin ada potensi penyebaran yang tak terdeteksi.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik

Penemuan ini menggugah perhatian para peneliti mengenai kemungkinan virus ini beredar tanpa diketahui, seiring terbatasnya pengambilan sampel di kawasan Amerika Latin.

Virus Baru dari Kelelawar di Brasil

Penelitian yang diadakan oleh Departemen Virologi Molekuler Universitas Osaka menemukan virus BRZ batCoV terdeteksi pada spesies kelelawar berjanggut. Kelelawar ini umum di berbagai kawasan Amerika Latin, menambah risiko potensial terhadap kesehatan manusia.

Analisis genetik terhadap virus ini mengungkapkan adanya situs pemotongan furin, yang juga terdapat pada SARS-CoV-2. Bagian ini berperan penting dalam kemampuan virus untuk memasuki sel manusia, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan risiko penularan.

Fitur Molekuler dan Proses Alami

Dr. Kosuke Takada, salah satu penulis makalah, menyatakan bahwa fitur molekuler serupa dapat muncul secara independen pada berbagai garis evolusi virus. Ini menunjukkan potensi perkembangan virus melalui proses alami, bukan rekayasa manusia.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Ia menekankan, 'Karakteristik tertentu pada virus dapat muncul dalam konteks yang berbeda,' menandakan perlunya pemahaman lebih dalam tentang evolusi virus tersebut.

Prof. Stuart Neil dari King's College London menunjukkan bahwa ini bukanlah hal baru. Penemuan situs pemotongan furin pada virus di luar SARS-CoV-2 menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami evolusi dan penyebaran virus.

Implikasi Penemuan untuk Pengawasan Satwa Liar

Penemuan virus baru ini membawa implikasi penting bagi pengawasan terhadap satwa liar di Brasil. Pengambilan sampel yang lebih luas diharapkan dapat mengungkap berbagai virus lain yang mungkin berpotensi menular ke manusia.

Prof. David Robertson dari University of Glasgow menyebutkan bahwa munculnya situs pemotongan furin pada virus corona bukan hal yang mengejutkan. Genom virus memang dikenal adaptif dan mudah mengalami perubahan, yang meningkatkan risiko epidemi.

Meningkatkan penelitian dan pengawasan terhadap virus di satwa liar adalah langkah penting dalam upaya pencegahan kemungkinan pandemi di masa yang akan datang.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penemuan Virus Corona Baru pada Kelelawar di Brasil, BRZ batCoV

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!