BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 22:17 WIB

Keringat Berlebih: Tanda atau Fenomena Normal?

Keringat Berlebih: Tanda atau Fenomena Normal?Keringat Berlebih: Tanda atau Fenomena Normal?

Keringat berlebih sering kali menjadi momok bagi banyak orang, menimbulkan pertanyaan apakah itu tanda masalah kesehatan atau sekadar hal yang normal. Dalam banyak kasus, keringat ini bisa jadi reaksi alami tubuh terhadap panas atau stres.

Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Ada kalanya keringat berlebih bisa menandakan kondisi medis tertentu, sehingga penting untuk memahami lebih dalam perihal fenomena ini dan tahu kapan seharusnya kita mulai khawatir.

Memahami Keringat Berlebih

Keringat adalah cara tubuh kita untuk mendinginkan diri. Saat kita berolahraga, suhu tubuh meningkat dan keringat keluar untuk membantu menjaga suhu tetap stabil.

Proses ini biasanya normal, tetapi jika keringat muncul tanpa alasan yang jelas, itu bisa menjadi sinyal adanya masalah. Keringat berlebih ini sering disebut sebagai hiperhidrosis.

Beberapa faktor bisa memicu keringat berlebih, seperti kegiatan fisik yang berat, cuaca panas, atau situasi emosional yang membangkitkan stres. Namun, setiap orang memiliki ambang batas berbeda terhadap keringat.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Penyebab Medis di Balik Keringat Berlebih

Sementara kebanyakan orang mungkin hanya mengalami keringat berlebih tanpa masalah serius, dalam beberapa kasus itu bisa menjadi tanda kondisi medis. Misalnya, penyakit tiroid yang aktif berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar keringat.

Disebut juga dengan istilah 'hiperhidrosis sekunder', beberapa penyakit, seperti diabetes dan infeksi, juga bisa memicu keringat berlebih. Penyakit ini biasanya disertai dengan gejala lain, jadi penting untuk memonitor keseluruhan kondisi tubuh.

Selain itu, beberapa obat, seperti antidepresan, juga bisa menyebabkan efek samping berupa keringat berlebih. Jika keringat muncul setelah mulai mengonsumsi obat baru, ini layak untuk dibicarakan dengan dokter.

Kapan Harus Khawatir?

Banyak orang yang berkeringat berlebih mungkin tidak perlu terlalu khawatir. Namun, jika keringat berlebih disertai gejala lain seperti penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, kelelahan, atau nyeri dada, sebaiknya segera mencari bantuan medis.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan pencitraan untuk menentukan penyebab pastinya. Oleh karena itu, penting untuk mencatat pola keringat serta kondisi saat keringat tersebut terjadi.

Pencegahan dan penanganan juga penting jika keringat berlebih mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada berbagai pilihan, termasuk perawatan topikal, terapi, atau bahkan operasi untuk kasus yang parah.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keringat Berlebih: Tanda atau Fenomena Normal?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!