Keunikan dan Konservasi Pegunungan Barberton, Situs Geologi Tertua di Bumi
Pegunungan Barberton di Afrika Selatan menyimpan jejak sejarah Bumi dengan usia batuan mencapai 3,6 miliar tahun. Kawasan ini menjadi saksi bisu pembentukan planet dan kehidupan awal di permukaan Bumi.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 2018, Barberton menyimpan bukti kehidupan mikroorganisme purba yang sangat penting bagi ilmu pengetahuan.
Pegunungan Barberton, yang juga dikenal sebagai Pegunungan Makhonjwa, terletak di provinsi Mpumalanga, Afrika Selatan. Kawasan ini memiliki lapisan batuan kuno yang menjadi bukti awal perkembangan geologis yang berharga bagi para ilmuwan.
Lapisan Batu Onverwacht Group di pegunungan ini mencapai ketebalan lebih dari 10 kilometer, yang merekam berbagai aktivitas geologi yang terjadi selama 300 juta tahun. Penelitian menunjukkan proses pembentukan kerak Bumi pada periode itu, menjadikannya aset berharga untuk studi ilmiah.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Penelitian oleh Donald R. Lowe dan Gary R. Byerly, dipublikasikan dalam American Journal of Science, mengungkap bukti deformasi tektonik serta jejak tumbukan meteorit yang memberikan pengaruh pada pembentukan kerak Bumi. "Kondisi awal Bumi jauh lebih dinamis dan keras dibandingkan sekarang," ungkap Lowe.
Keberadaan batuan ultramafik atau komatiit juga menunjukkan bahwa magma pada zaman itu memiliki suhu sangat tinggi, mencapai 1.600 derajat Celsius. "Fakta ini menegaskan bahwa mantel Bumi zaman purba lebih panas dan lebih aktif secara vulkanik," kata para peneliti.
Meskipun memiliki nilai ilmiah yang tinggi, lebih dari 40 persen area geologi di Barberton tidak berada dalam zona perlindungan resmi. Aktivitas tambang emas dan penebangan yang tidak teratur dapat menggangu keberadaan lapisan batuan yang berharga ini.
Pemerintah Afrika Selatan dan lembaga internasional telah mengambil langkah untuk konservasi. "Kami terus berupaya menjaga warisan ini agar tetap terjaga untuk penelitian di masa depan," ungkap seorang juru bicara pemerintahan setempat.
Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: