BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 16:00 WIB

Masalah Kesehatan Global: Meningkatnya Kasus Penyakit Ginjal Kronis

Masalah Kesehatan Global: Meningkatnya Kasus Penyakit Ginjal KronisMasalah Kesehatan Global: Meningkatnya Kasus Penyakit Ginjal Kronis

Dunia kini menghadapi masalah serius terkait penyakit ginjal kronis yang sering kali diabaikan. Dengan lebih dari 788 juta orang dewasa terdampak pada tahun 2023, penyakit ini menjadi penyebab kematian utama dengan total 1,5 juta nyawa melayang tahun ini.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Namun, mengejutkan, lebih dari separuh pasien tidak menyadari bahwa mereka mengalami kerusakan ginjal yang berbahaya. Peningkatan kasus ini menjadi tanda bahwa masalah ini patut mendapatkan perhatian yang lebih besar.

Peningkatan Kasus Gagal Ginjal dan Penyebabnya

Riset terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menunjukkan bahwa kasus gagal ginjal atau CKD meningkat seiring dengan perkembangan gaya hidup modern. Banyak dari penderita berada pada stadium awal yang tidak menunjukkan gejala jelas, sehingga kerusakan pada ginjal sering kali tidak terdeteksi.

IHME mengidentifikasi faktor risiko utama seperti gula darah puasa tinggi, kegemukan, dan hipertensi. Selain itu, pola makan yang kurang sehat, lingkungan, dan faktor sosial ekonomi juga berkontribusi pada meningkatnya kejadian CKD.

Di beberapa daerah, seperti Amerika Tengah, kasus gagal ginjal misterius, yang dikenal dengan CKD of Unknown Etiology (CKDu), terus meningkat. Banyak pekerja di kawasan tersebut terpapar panas ekstrem dan mengalami dehidrasi, menyoroti dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan

Krisis gagal ginjal diperburuk dengan ketimpangan dalam akses layanan kesehatan. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menghadapi beban CKD yang berat, namun akses terhadap dialisis dan transplantasi ginjal sangat terbatas.

Sebaliknya, negara maju meskipun memiliki prevalensi CKD yang lebih rendah, mereka memiliki akses yang jauh lebih baik untuk terapi pengganti ginjal. Kesenjangan ini menyebabkan angka kematian akibat CKD di negara-negara miskin tetap tinggi, karena banyak pasien tidak mendapatkan pengobatan yang diperlukan.

IHME juga menyatakan bahwa kerusakan ginjal memberikan dampak yang lebih luas dengan disfungsi ginjal menyumbang 11,5% dari kematian akibat penyakit jantung secara global. Hal ini menunjukkan keterkaitan antara CKD dan kematian kardiovaskular.

Pentingnya Deteksi Dini dan Kebijakan Kesehatan Publik

IHME menyerukan pentingnya deteksi dini dalam memerangi CKD. Meskipun banyak negara maju memiliki fasilitas kesehatan yang lebih baik, skrining untuk mendeteksi risiko CKD masih jarang dilakukan.

Peneliti berharap temuan ini dapat memicu pengambil kebijakan untuk memasukkan CKD ke dalam agenda kesehatan publik. Perluasan akses terhadap pengobatan yang efektif adalah kunci untuk memperlambat kerusakan ginjal dan mencegah komplikasi jantung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan CKD sebagai penyakit tidak menular yang menjadi prioritas global. Hal ini menegaskan perlunya perhatian lebih terhadap penyakit ini, sebanding dengan kanker dan diabetes.

Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Masalah Kesehatan Global: Meningkatnya Kasus Penyakit Ginjal Kronis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!