Penemuan Baru Rafflesia hasseltii: Kekayaan Hayati Indonesia Terus Melimpah
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini berhasil menemukan Rafflesia hasseltii, sebuah spesies langka yang menunjukkan kekayaan hayati Indonesia yang menarik perhatian global.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Temuan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Bengkulu dan Komunitas Peduli Puspa Langka, yang bertujuan untuk memahami hubungan filogenetik Rafflesia di Asia Tenggara.
Peneliti Joko Ridho Witono dari BRIN menyatakan bahwa Indonesia menyimpan keanekaragaman Rafflesia tertinggi di dunia, bersama dengan Filipina. 'Hingga kini, tercatat ada 16 jenis Rafflesia di Indonesia,' ungkapnya.
Tim peneliti telah mengumpulkan 13 sampel untuk analisis DNA, yang merupakan langkah penting dalam memahami hubungan kekerabatan genetik antarjenis Rafflesia. Joko menambahkan, 'Ini merupakan langkah penting dalam memastikan konservasinya di habitat asli.'
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Proyek penelitian ini didukung oleh dana dari University of Oxford Botanic Garden dan Program RIIM Ekspedisi BRIN. Dalam proyek ini, tim BRIN bertanggung jawab atas pengumpulan dan analisis sampel di Indonesia, sementara peneliti dari Malaysia dan Filipina melakukan kajian paralel.
Joko menegaskan bahwa, 'Kami pastikan tidak ada material genetik yang keluar dari Indonesia. Semua proses riset dilakukan secara legal dan berizin.'
Dua bunga Rafflesia Arnoldii mekar di Desa Selamat Sudiarjo, menandakan kondisi habitat yang sehat. Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka Rejang Lebong, Tedi Riski, menyatakan kehadiran satu knop aktif menandakan potensi mekarnya bunga tersebut dalam waktu dekat.
Meskipun akses ke lokasi tersebut menantang, wisatawan masih dapat mencapainya dengan kendaraan. Tedi menyebutkan, 'Pengunjung perlu hati-hati, karena lokasi bunga terdapat di lembah terjal.'
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: