Isu Gaji Ideal di Indonesia: Mengukur Kecukupan di Tengah Biaya Hidup yang Tinggi
Isu gaji ideal di Indonesia kini semakin mendapat sorotan, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup yang dirasakan masyarakat.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat
Pakar ekonomi mengajukan bahwa perhitungan gaji ideal harus mempertimbangkan inflasi, kebutuhan sehari-hari, dan standar hidup yang berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, biaya hidup di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang cukup tinggi, yang mendorong kebutuhan akan penentuan gaji ideal.
Gaji ideal merujuk pada angka yang dianggap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi dan kenaikan harga bahan pokok memberikan sumbangan besar terhadap tingginya biaya hidup.
Banyak orang berpendapat bahwa tanpa kenaikan gaji yang sebanding, daya beli masyarakat bakal terus menurun.
Analisis menunjukkan bahwa gaji rata-rata pekerja di Indonesia belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan hidup yang layak.
Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi
Di Jakarta, misalnya, pekerja memerlukan gaji minimum sekitar 1,5 juta rupiah untuk memenuhi kebutuhan dasar secara memadai.
Namun, saat ini, gaji minimum yang berlaku seringkali masih jauh di bawah angka tersebut.
Akibatnya, banyak pekerja harus memangkas pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Tantangan utama berkaitan dengan gaji ideal adalah adanya ketimpangan antara sektor formal dan informal.
Sektor informal, yang banyak menyerap tenaga kerja, sering kali tidak memberikan jaminan gaji yang memadai serta hak-hak pekerja yang seharusnya dilindungi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: