BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 18:01 WIB

Dampak 'Brain Rot' Akibat Media Sosial: Menggali Kecanduan Konten Singkat

Dampak Brain Rot Akibat Media Sosial: Menggali Kecanduan Konten SingkatDampak 'Brain Rot' Akibat Media Sosial: Menggali Kecanduan Konten Singkat

Konten singkat dan adiktif di media sosial dapat menyebabkan perubahan signifikan pada otak pengguna, yang dikenal sebagai 'brain rot'. Istilah ini menjadi sorotan sebagai Word of the Year 2024, menggambarkan penurunan kognitif akibat kebiasaan scrolling berlebihan.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Penelitian menunjukkan bahwa kecanduan terhadap media sosial mempengaruhi cara kerja otak dan mengganggu pengambilan keputusan. Psikolog menjelaskan bahwa 'brain rot' dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan daya ingat individu.

Dampak Negatif Penggunaan Media Sosial

Masyarakat saat ini semakin terpaku pada media sosial, terutama konten pendek yang dirasa menghibur. Psikolog Artika Mulyaning Tyas, S.Psi, M.Psi, mengungkapkan bahwa konten hiburan instan - seperti lelucon dan tantangan ekstrem - berpotensi mengganggu kemampuan berpikir seseorang.

'Media sosial bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, ia memberikan akses informasi. Namun, di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif,' tuturnya.

Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan gangguan kognitif, seperti penurunan daya ingat dan kesulitan pengambilan keputusan. Selain itu, secara emosional, penggunaan media sosial yang tidak sehat dapat menyebabkan peningkatan stres dan kecemasan.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Pemicu 'Brain Rot' dan Efeknya

Peneliti melaporkan bahwa ada tiga hal utama yang terjadi pada seseorang yang terkena 'brain rot'. Pertama, terdapat gangguan kognitif yang mencakup penurunan kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah.

Kedua, gangguan emosional dapat muncul, yang menyebabkan ketergantungan pada media sosial sebagai pelarian dari stres. Ketiga, efek sosial dalam bentuk pengurangan interaksi sosial yang bermakna juga menjadi perhatian.

Kurangnya kemampuan menyelesaikan konflik secara efektif melalui komunikasi terlihat jelas di kalangan pengguna yang terjebak dalam dunia digital.

Cara Mencegah 'Brain Rot'

Mengelola penggunaan media sosial yang bijak menjadi penting untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh 'brain rot'. Artika menyarankan agar konsumsi media sosial dibatasi tidak lebih dari 1-1,5 jam setiap hari.

Ia juga menekankan pentingnya memilih konten berkualitas dan mengurangi paparan terhadap konten yang hanya berisi hiburan. Latihan keterampilan berpikir kritis, termasuk kebiasaan membaca dan berdiskusi, juga dianjurkan.

'Habiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman,' ungkapnya sebagai saran lain untuk menjaga kesehatan mental.

Baca juga: Sepatu Putih: Item Wajib dalam Lemari Pakaian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak 'Brain Rot' Akibat Media Sosial: Menggali Kecanduan Konten Singkat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!