BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru 2025-2026
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem selama periode libur Nataru 2025-2026.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
Ia mendorong masyarakat untuk memantau informasi cuaca melalui situs resmi BMKG demi memastikan perjalanan yang aman.
Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat memengaruhi beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar Kalimantan diperkirakan akan mengalami musim hujan sepanjang tahun.
Dalam paparan tersebut, Faisal menyebutkan bahwa dinamika atmosfer yang aktif dapat meningkatkan intensitas curah hujan.
Beberapa fenomena meteorologis seperti gelombang Rossby, Kelvin, dan bibit siklon terpantau memengaruhi pertumbuhan awan hujan.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat berdampak pada sektor transportasi, terutama penerbangan.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Awan Cumulonimbus berpotensi mengganggu rute penerbangan tertentu selama periode libur Nataru.
Faisal menambahkan, seluruh maskapai penerbangan diharapkan untuk lebih memperhatikan perkembangan cuaca demi keselamatan penerbangan.
Rekomendasi ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Menteri Perhubungan, Dudy, mengungkapkan bahwa survei menunjukkan sekitar 42,01 persen masyarakat berencana melakukan perjalanan selama Nataru, yang diperkirakan mencapai 119,5 juta orang.
Faktor-faktor seperti libur panjang dan peningkatan kualitas konektivitas menjadi pendorong utama perjalanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: