Pendidikan Ibu dan Imunisasi Anak: Keterkaitan yang Tak Terlepaskan
Hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan imunisasi dasar anak. Data terbaru mengungkapkan bahwa 70,7% anak dengan imunisasi lengkap lahir dari ibu yang memiliki pendidikan kuliah.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Angka ini menunjukkan penurunan pada ibu dengan jenjang pendidikan lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya imunisasi meningkat seiring tingginya tingkat pendidikan ibu.
Imunisasi dasar memiliki peranan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular. Pengertian imunisasi dan implementasinya perlu disampaikan secara jelas kepada orang tua, karena pengetahuan yang baik berkontribusi terhadap keputusan pemberian imunisasi.
Berdasarkan Perpres Nomor 60 Tahun 2013, anak usia dini, mulai dari yang masih dalam kandungan hingga usia enam tahun, memerlukan imunisasi untuk melindungi sistem imun yang sedang berkembang. Tanpa imunisasi, penyakit yang sebenarnya dapat dicegah bisa menjadi risiko serius bagi kesehatan anak.
Lebih dari 63% anak berusia 12-23 bulan di Indonesia telah menerima imunisasi dasar lengkap menurut data Susenas Maret 2025. Hal ini menunjukkan hasil yang positif, meski demikian masih ada banyak anak yang memerlukan perlindungan tambahan.
Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan
BPS mencatat bahwa anak yang ibunya lulus perguruan tinggi memiliki tingkat kelengkapan imunisasi tertinggi, yaitu mencapai 70,56%. Angka ini menurun menjadi 64,97% bagi ibu lulusan SMA, 62,84% bagi ibu lulusan SMP, dan paling rendah sebesar 47,25% untuk ibu yang tidak tamat SD.
Data ini menggambarkan pola yang jelas; semakin tinggi pendidikan ibu, semakin tinggi kesadaran dan pemahaman mereka akan pentingnya imunisasi. Ini menjadi indikator penting dalam upaya memperbaiki kesehatan publik di masa mendatang.
Walaupun kondisi ekonomi dapat mempengaruhi akses ke layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa pemerintah menyediakan imunisasi dasar gratis di berbagai fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang manfaat imunisasi lebih dominan daripada masalah finansial.
Imunisasi bukan hanya hak anak tetapi juga merupakan tanggung jawab orang tua. Kesadaran orang tua akan pentingnya imunisasi sangat berpengaruh pada kesehatan anak-anak mereka di masa depan.
Penyakit seperti campak, polio, hepatitis B, dan lainnya tetap menjadi ancaman tanpa perlindungan vaksinasi. Dengan akses layanan kesehatan yang memadai dan pemahaman yang baik, orang tua dapat membantu melindungi anak-anak mereka dari penyakit tersebut.
Penting bagi setiap orang tua untuk memperoleh informasi yang tepat dan valid mengenai imunisasi agar dapat berkontribusi pada kesehatan anak dan generasi mendatang.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: