Kekurangan Vitamin D: Tanda, Sumber, dan Cara Meningkatkannya
Kekurangan vitamin D bisa menjadi masalah serius bagi kesehatan dan sering kali diabaikan banyak orang. Gejala yang muncul dapat berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Mengingat pentingnya vitamin D, mengenali tanda-tanda kekurangan dan cara memenuhinya secara alami menjadi krusial bagi kesehatan sehari-hari.
Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang dan sistem imun. Gejala awal yang sering muncul akibat kekurangan vitamin D adalah kelelahan yang tidak wajar dan nyeri otot.
Selain fisik, orang yang mengalami kekurangan vitamin D cenderung mengalami masalah pada suasana hati, seperti depresi atau meningkatkan rasa marah. Virus dan bakteri juga dapat lebih mudah masuk ke dalam tubuh, meningkatkan risiko infeksi.
Pada kondisi lebih parah, kekurangan vitamin D dapat berujung pada rakitis pada anak-anak dan osteomalacia pada orang dewasa. Kedua kondisi ini mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan vitamin D adalah dengan mendapatkan paparan sinar matahari. Cukup dengan 15-30 menit di bawah sinar matahari pagi mampu meningkatkan produksi vitamin D tubuh.
Di samping sinar matahari, terdapat berbagai makanan yang kaya akan vitamin D, seperti ikan berlemak (seperti salmon dan sarden), kuning telur, dan produk susu yang diperkaya. Memasukkan makanan ini ke dalam diet sehari-hari sangat dianjurkan.
Bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi makanan tersebut, suplemen vitamin D bisa menjadi alternatif. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memulai penggunaan suplemen.
Mengonsumsi makanan yang tinggi lemak sehat, seperti alpukat dan minyak zaitun, dapat membantu meningkatkan penyerapan vitamin D. Selain itu, keseimbangan kalsium dalam tubuh juga berperan penting dalam efektivitas penggunaan vitamin D.
Disarankan untuk tidak menggunakan tabir surya secara berlebihan saat menghabiskan waktu di bawah sinar matahari. Meski penting untuk melindungi kulit, paparan sinar matahari tanpa perlindungan selama waktu singkat dapat meningkatkan produksi vitamin D.
Akhirnya, menjalankan gaya hidup aktif dan rutin berolahraga dapat berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk optimalisasi kadar vitamin D dalam tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: