BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 22 DESEMBER 2025 • 16:58 WIB

Keberhasilan Polri Gagalkan Sindikat Narkoba di Festival Djakarta Warehouse Project 2025

Keberhasilan Polri Gagalkan Sindikat Narkoba di Festival Djakarta Warehouse Project 2025Keberhasilan Polri Gagalkan Sindikat Narkoba di Festival Djakarta Warehouse Project 2025

Polri baru saja mengungkap sindikat narkoba yang berencana mengedarkan barang haram pada festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Operasi ini berhasil menangkap 17 tersangka, termasuk satu warga negara asing.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa operasi berlangsung dari 9 hingga 14 Desember dan menghasilkan penyitaan narkoba senilai total Rp60,5 miliar.

Rincian Penangkapan dan Barang Bukti

Dalam operasi ini, polisi berhasil membongkar enam sindikat narkoba yang aktif, menangkap total 17 tersangka yang terdiri dari 16 warga negara Indonesia dan satu warga negara asing. Beberapa nama yang terungkap antara lain Gusliadi, Ardi Alfayat, dan Marco Alejandro Cueva Arce.

Selain tersangka yang ditangkap, ada tujuh individu lain yang masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Barang bukti yang disita selama operasi mencakup 31.009,53 gram sabu, 956,5 butir ekstasi, dan berbagai jenis narkoba lainnya.

Brigjen Eko Hadi Santoso mengemukakan bahwa total barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan betapa besarnya ancaman peredaran narkoba di masyarakat, yang nilainya mencapai Rp60,5 miliar. Ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam penegakan hukum terkait narkoba.

Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China

Modus Operandi dan Jaringan Narkoba

Dari hasil penyelidikan, Polri menemukan berbagai modus operandi yang digunakan para pelaku untuk menjual narkoba. Salah satunya adalah sistem tempel, di mana transaksi dilakukan tanpa pertemuan langsung antara pengedar dan pembeli.

Selain itu, para pengedar juga menggunakan metode cash on delivery (COD), memungkinkan mereka menyerahkan barang secara langsung. Penyelidikan lebih lanjut mengindikasikan bahwa para tersangka beroperasi dalam jaringan lintas provinsi, mencakup Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Yang lebih mencolok, keberadaan warga negara asing dalam jaringan ini menandakan adanya keterkaitan dengan sindikat internasional yang lebih besar, yang menambah kompleksitas masalah peredaran narkoba di Indonesia.

Langkah Penegakan Hukum Polri

Dalam menghadapi ancaman peredaran narkoba, terutama di acara-acara besar seperti DWP, Polri telah mengambil langkah tegas. Aparat penegak hukum berkomitmen untuk mencegah dampak negatif penggunaan narkoba dalam masyarakat.

Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa Polri akan terus mengawasi acara-acara besar dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah penyelundupan narkoba di masa mendatang. Ini adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan kewaspadaan dan edukasi publik.

Harapan dari pihak kepolisian adalah agar masyarakat lebih sadar akan bahaya narkoba dan peredaran ilegal yang mengancam generasi muda. Tindakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.

Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keberhasilan Polri Gagalkan Sindikat Narkoba di Festival Djakarta Warehouse Project 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!