Pertimbangan Penting saat Mengonsumsi Matcha: Risiko di Balik Manfaatnya
Matcha, superfood yang sedang populer, bukan hanya kaya manfaat, tetapi juga berpotensi menyimpan risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Meskipun menawarkan banyak nutrisi, penting untuk memahami efek samping yang mungkin muncul dari konsumsi berlebihan matcha.
Matcha adalah jenis teh hijau yang diekstrak dari tanaman Camellia sinensis, yang proses pembuatannya melibatkan penggilingan daun teh utuh hingga menjadi bubuk halus.
Dengan cara ini, tubuh dapat menyerap semua kandungan nutrisinya, termasuk kafein dan katekin yang dikenal dengan manfaat kesehatan.
Tanaman matcha ditanam dengan cara dinaungi selama 20-30 hari sebelum panen, yang bertujuan untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine, serta memberikan rasa lebih pekat dibandingkan teh hijau biasa.
Salah satu risiko yang mungkin muncul saat mengonsumsi matcha adalah kontaminan. Matcha bisa mengandung logam berat dan pestisida, tergantung pada kondisi pertumbuhannya.
Penelitian menunjukkan bahwa matcha dari daerah tertentu memiliki risiko mengandung zat berbahaya jika kualitas produksinya tidak diawasi secara ketat.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Sangat penting untuk memilih produk matcha yang telah mendapatkan sertifikasi kualitas yang baik untuk meminimalkan paparan terhadap zat beracun.
Satu efek samping dari matcha adalah gangguan hati dan ginjal. Meskipun kaya antioksidan, asupan katekin yang berlebihan dapat menyebabkan mual serta berisiko merusak fungsi hati dan ginjal.
Ahli gizi Vidhi Chawla mengingatkan, 'Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan.' Oleh karena itu, pengawasan atas jumlah konsumsi menjadi hal yang penting.
Selain itu, meskipun matcha sering diasosiasikan dengan kesehatan jantung, konsumsi yang terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada individu yang sudah memiliki hipertensi.
Reaksi alergi terhadap matcha juga dapat menjadi masalah bagi beberapa individu. Gejala seperti ruam atau sesak napas muncul dan memerlukan perhatian medis segera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: