Waspadai Super Flu: 62 Kasus Teridentifikasi di Indonesia
Varian baru virus influenza, dikenal sebagai super flu, telah ditemukan di Indonesia dan menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat kesehatan.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI mencatat telah ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, infeksi super flu paling banyak terdeteksi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kelompok usia 1-10 tahun mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni sekitar 35% dari total infeksi yang dilaporkan.
Pasien perempuan mendominasi angka kasus dengan proporsi sekitar 64%, menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok ini.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dr dr Nastiti Kaswandani, anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengusulkan beberapa langkah konkret untuk melindungi anak dari super flu.
Ia menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat seperti memakai masker, mencuci tangan secara rutin, serta menjaga jarak dari individu yang terinfeksi.
Selain itu, Dr Nastiti juga merekomendasikan imunisasi influenza terutama bagi balita untuk mengurangi risiko penularan.
Rekomendasi untuk vaksinasi influenza rutin bagi anak-anak semakin mendesak di tengah meningkatnya jumlah kasus super flu.
Meskipun subclade K dikenal memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, vaksin influenza yang ada masih efektif untuk menekan risiko infeksi dan mengurangi gejala.
Data medis menunjukkan bahwa vaksin influenza dapat menurunkan angka kematian dan rawat inap sebesar 70-75% untuk anak-anak.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: