Mengapa Pengidap Lanjut Usia Rentan Terhadap Flu dan Komplikasinya
Flu menjadi ancaman serius bagi orang-orang yang berusia lanjut, terutama saat musim dingin tiba. Sistem kekebalan tubuh yang semakin lemah membuat kelompok ini lebih rentan terhadap infeksi yang bisa berakibat fatal.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Komplikasi serius seperti pneumonia dan masalah jantung dapat timbul dari flu biasa, mengancam keselamatan hidup lansia. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai risiko ini sangat penting untuk pencegahan.
Sistem imun manusia memiliki peran vital dalam melawan berbagai infeksi, termasuk virus flu. Namun, semakin bertambahnya usia, kemampuan sistem imun ini menurun, sehingga lansia lebih mudah terkena infeksi.
Penelitian menunjukkan efektivitas vaksin flu juga sering kali berkurang pada lansia. Mereka mungkin tidak merespons vaksin dengan baik dibandingkan dengan individu yang lebih muda, membuat perlindungan menjadi lebih sulit.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR
Flu biasa dapat menimbulkan komplikasi serius pada lansia, seperti pneumonia dan infeksi sinus. Hal ini bahkan bisa memperburuk kondisi kesehatan kronis yang sudah ada, seperti asma dan penyakit jantung.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 70% hingga 85% kematian terkait flu terjadi pada individu berusia di atas 65 tahun. Data ini menyoroti betapa kritisnya kondisi ini bagi kelompok usia tersebut.
Untuk mengurangi risiko, lansia disarankan untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya. Selain vaksinasi, menjaga kebersihan tangan dan menghindari keramaian selama musim flu bisa membantu mengurangi paparan virus.
Jika terjangkit flu, pengobatan yang cepat dan tepat adalah kunci. Beberapa obat antivirus dapat membantu meredakan gejala flu jika diberikan dalam waktu yang sesuai.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: