Marc Marquez Pilihkan Jalan Berbeda untuk Anaknya di Dunia Olahraga
Pebalap asal Spanyol, Marc Marquez, telah mengklarifikasi bahwa dia tidak ingin anaknya mewarisi kariernya di dunia MotoGP. Ia berpendapat bahwa anaknya lebih baik fokus pada cabang olahraga yang berbeda.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Pentingnya Perhatian untuk Generasi Muda
Pandangan ini muncul dari pengalaman pribadinya dan tekanan yang dialami keluarganya, termasuk adiknya, Alex Marquez, yang selalu dibandingkan dengannya.
Dalam wawancara dengan La Sexta, Marquez menyatakan tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya di dunia balap motor. 'Saya tidak menginginkannya karena saya hanya berpikir kasihan dia,' ungkapnya, menekankan pentingnya perlindungan dari tekanan masyarakat.
Dia juga mengkhawatirkan bahwa anaknya akan selalu dihubungkan dengan namanya, mirip dengan yang dialami oleh Alex Marquez. 'Orang-orang akan mengatakan bahwa dia adalah anaknya (Marquez),' tambahnya, menyoroti stigma positif dan negatif yang menyertai ketenaran.
Selain itu, Marquez menjelaskan bahwa meskipun anaknya bisa merasakan keuntungan finansial dari menjadi anak seorang juara, itu tidak memberi motivasi yang sama untuk berjuang. 'Mungkin dia akan memiliki beberapa keuntungan, finansial dalam hal ini, tetapi kalau mereka tidak kekurangan apapun, mereka tidak punya rasa haus yang sama,' jelasnya.
Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik
Prestasi lintas generasi dalam satu keluarga tidak jarang terjadi di MotoGP. Contohnya Kenny Roberts dan putranya, Kenny Roberts Jr, yang sama-sama menjadi juara dunia di kelas 500cc.
Kenny Roberts berhasil merebut tiga gelar juara dunia pada akhir 1970-an, diikuti oleh Kenny Roberts Jr yang menyusul dengan satu gelar juara pada tahun 2000. Meski demikian, Marquez merasa ketenaran yang dimilikinya justru bisa menjadi beban bagi anaknya.
'Tidak, tidak, tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Sepak bola, raket, atau apapun,' tegas Marquez saat ditanya apakah anaknya akan terjun ke MotoGP, menunjukkan keinginannya agar anaknya menjelajahi olahraga lain.
Budaya olahraga di Spanyol kaya dengan cabang-cabang seperti sepak bola dan tenis. Marc Marquez, penggemar FC Barcelona dan pengidolakan Rafael Nadal, merasakan pengaruh ini dalam kehidupan sehari-harinya.
Selain itu, dia juga menunjukkan minat pada olahraga bulu tangkis, bahkan pernah berlatih bersama Carolina Marin, juara dunia di cabang tersebut. Dari pengalaman itu, Marquez percaya ada banyak pilihan olahraga yang lebih menarik bagi anaknya.
'Kalian masih punya waktu untuk beralih ke olahraga lain,' tulis Marin di jejaring sosialnya, memberikan dukungan terhadap keputusan Marc untuk mengarahkan anaknya ke cabang olahraga lain.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: