Nadin Amizah Berbagi Kisah Perjuangan Melawan Gangguan Suara
Penyanyi Nadin Amizah membeberkan kondisi medis yang ia alami, yaitu spasmodic dysphonia, yang mempengaruhi kemampuan vokalnya secara signifikan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Melalui akun Instagramnya, Nadin menjelaskan tantangan baru yang dihadapinya dalam perjalanan karirnya sebagai penyanyi akibat gangguan tersebut.
Spasmodic dysphonia (SD) adalah gangguan suara yang terjadi pada laring atau kotak suara serta pita suara. Kondisi ini dapat menyebabkan suara menjadi terputus, tegang, atau bahkan terdengar sangat lemah saat berbicara.
Kejadian spasmodic dysphonia disebabkan oleh kejang pada otot-otot yang mengontrol pita suara, di mana spasme ini berlangsung secara tidak terkendali. Akibatnya, pita suara tidak dapat bergetar dengan baik saat berbicara.
Gejala dari spasmodic dysphonia bervariasi, memperlihatkan suara yang tegang, serak, atau terputus-putus. Ada kalanya suara terdengar seperti berbisik atau napas, menjadikan komunikasi verbal sangat sulit dan tidak jelas.
Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya
Kejang pada otot pita suara dapat menyebabkan suara terdengar tegang atau lemah. Hal ini membuat interaksi verbal menjadi menantang dan mengganggu komunikasi sehari-hari.
Penyebab dari spasmodic dysphonia berhubungan dengan gangguan pada bagian otak yang dikenal sebagai ganglia basalis. Bagian ini berperan dalam mengoordinasikan gerakan otot yang terpengaruh oleh sinyal otak yang tidak normal.
Kondisi ini sering terjadi pada individu berusia antara 30 hingga 60 tahun. Gejala umum yang muncul termasuk suara tegang, serak berkepanjangan, serta suara yang bergetar atau gemetar.
Nadin Amizah menjelaskan dampak spasmodic dysphonia pada karirnya sebagai seorang penyanyi. Dia mengungkapkan, "Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegel dan sakit bgttt. Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya."
Dalam pernyataannya, Nadin mencatat bahwa meskipun dia masih bisa bernyanyi, aktivitas yang dulunya mudah kini terasa berat. "Jadi kalau dibilang gabisa nyanyi sih, ga juga ya, bisa bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yang biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yang berat," ungkapnya.
Untuk memulihkan kemampuannya, Nadin berencana mengikuti terapi berbicara dan latihan vokal. Ia berharap dapat terus berkontribusi di dunia musik sambil melawan tantangan yang ada.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: