Pedoman Diet Baru di AS: Perubahan Menuju Protein dan Susu Penuh Lemak
Pemerintah Amerika Serikat baru saja merilis pedoman diet yang mengalihkan perhatian pada konsumsi tinggi protein, daging, dan produk susu penuh lemak, sementara membatasi makanan ultra-proses.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Perubahan ini menggantikan pedoman MyPlate yang sudah ada sejak 2011 dan menimbulkan perdebatan di kalangan ahli gizi.
Dalam panduan terbaru, piramida makanan dihidupkan kembali dengan susunan terbalik, di mana protein, daging, dan produk susu penuh lemak ditempatkan di bagian atas.
Sebagai komponen utama, pedoman ini mencantumkan buah, sayuran, serta lemak sehat seperti minyak zaitun dan alpukat.
Sementara itu, biji-bijian utuh sekarang berada di bagian bawah piramida, menunjukkan perubahan signifikan dalam pola makan yang dianjurkan oleh pemerintah.
Kedudukan ini mencerminkan penekanan yang lebih besar pada konsumsi protein dalam pola makan sehari-hari penduduk AS.
Salah satu perubahan penting dalam pedoman diet baru adalah peningkatan rekomendasi asupan protein harian, yang sekarang berkisar antara 1,2 hingga 1,6 gram per kilogram berat badan.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan
Dengan kenaikan ini, individu berbobot sekitar 68 kilogram disarankan untuk mengonsumsi antara 81 hingga 108 gram protein per hari, demi menjaga massa otot dan kesehatan seiring bertambahnya usia.
Panduan ini menggambarkan bahwa asupan protein tinggi menjadi elemen kunci untuk metabolisme dan kesehatan jangka panjang.
Peningkatan asupan protein ini juga menunjukkan adaptnya para ahli gizi terhadap kebutuhan kesehatan publik yang semakin berkembang.
Meskipun menghadirkan perubahan yang signifikan, pedoman baru ini tak luput dari kritik, salah satunya dari Dr. Walter Willett di Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Willett menyatakan keprihatinan bahwa penekanan berlebih pada daging dan produk susu dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan dan lingkungan, mengatakan, 'Pedoman ini tidak akan menghasilkan pola makan yang optimal bagi kesehatan maupun planet.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: