BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:10 WIB

Penggunaan Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja: Studi Terbaru dari Universitas Manchester

Penggunaan Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja: Studi Terbaru dari Universitas ManchesterPenggunaan Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja: Studi Terbaru dari Universitas Manchester

Sebuah studi terbaru dari Universitas Manchester menyatakan bahwa peningkatan penggunaan media sosial bukanlah penyebab utama gangguan kesehatan mental pada remaja.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan

Temuan ini mengungkapkan hubungan yang lebih kompleks antara teknologi dan kesehatan mental anak-anak serta remaja.

Metodologi Penelitian

Peneliti dari Universitas Manchester melakukan studi terhadap 25.000 anak berusia 11 hingga 14 tahun selama tiga tahun pendidikan.

Dalam penelitian ini, mereka melacak kebiasaan media sosial dan kesehatan mental peserta melalui kuesioner yang menanyakan waktu yang dihabiskan bermain game dan berselancar di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Remaja juga diminta untuk mengungkapkan perasaan serta suasana hati mereka, termasuk kesulitan emosional yang dihadapi.

Temuan Utama

Hasil penelitian menunjukkan tidak ada bukti bahwa penggunaan media sosial atau bermain game secara berlebihan meningkatkan gejala kecemasan dan depresi di kalangan peserta.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

"Kami tahu keluarga khawatir, tetapi hasil kami tidak mendukung gagasan bahwa hanya menghabiskan waktu di media sosial atau bermain game menyebabkan masalah kesehatan mental - ceritanya jauh lebih kompleks dari itu," ungkap Qiqi Cheng, penulis utama studi tersebut.

Selain itu, tidak ada dampak merugikan pada kesehatan mental remaja dari peningkatan penggunaan media sosial antara tahun 8 dan tahun 9.

Konteks Penggunaan Media Sosial

Penelitian ini melanjutkan dengan menyoroti bahwa baik komunikasi aktif di media sosial maupun sekadar scrolling tidak berkontribusi pada masalah kesehatan mental di kalangan remaja.

Walaupun demikian, peneliti mengingatkan bahwa pengalaman online memiliki risiko, seperti paparan pesan berbahaya dan tekanan sosial.

"Temuan kami memberi tahu kami bahwa pilihan anak muda seputar media sosial dan permainan mungkin dibentuk oleh bagaimana perasaan mereka tetapi belum tentu sebaliknya," kata Neil Humphrey, salah satu penulis studi.

Ia menekankan pentingnya memahami interaksi anak-anak dengan media sosial, termasuk dukungan yang mereka terima di dunia nyata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penggunaan Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja: Studi Terbaru dari Universitas Manchester

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!