Penembakan Tragis Perawat ICU di Minneapolis: Sorotan pada Kebijakan Imigrasi
Seorang perawat ICU bernama Alex Pretti ditembak mati oleh agen imigrasi AS di Minneapolis pada 25 Januari 2026. Penembakan ini terjadi dalam konteks protes terhadap kebijakan imigrasi, memicu reaksi keras masyarakat dan pejabat setempat.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Pretti, yang dikenal sebagai sosok peduli dan penuh kasih, berusaha melindungi seorang wanita saat insiden tersebut terjadi. Keluarga dan rekan kerja menganggap tindakan ini sebagai sebuah tragedi yang tidak seharusnya terjadi.
Alex Pretti, 37 tahun, merupakan seorang perawat ICU yang sangat dihormati oleh rekan serta pasiennya. Dia dikenal karena dedikasinya terhadap perawatan, khususnya bagi veteran yang membutuhkan bantuan.
Ayah dan ibunya menggambarkan Pretti sebagai sosok yang sangat peduli: 'Pretti adalah jiwa yang baik hati yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya'.
Baca juga: Cara Aman Berolahraga: Tips Menghindari Cedera
Setelah lulus dari sekolah menengah di Green Bay, Wisconsin, pada tahun 2006, Alex melanjutkan pendidikan keperawatan dan bertugas di rumah sakit Veteran Affairs (VA) di Minneapolis.
Penembakan Pretti terjadi saat demonstrasi menentang tindakan keras imigrasi di Minneapolis. Menurut para saksi, Pretti berusaha melindungi seorang wanita yang didorong oleh seorang agen sebelum ia terkena tembakan.
Keluarga Pretti menunjukkan keprihatinan terhadap upaya pemerintah untuk menggambarkan Alex sebagai agresor berbahaya. Keluarga menegaskan bahwa 'Alex tidak memegang senjata' saat berhadapan dengan agen federal dan menyebut upaya tersebut sebagai 'kebohongan menjijikkan'.
Kematian Alex Pretti memicu protes besar-besaran serta kecaman dari berbagai pejabat lokal. Banyak yang melihat insiden tersebut sebagai bagian dari pola sistematis dalam penegakan hukum imigrasi oleh pemerintah AS.
Dimitri Drekonja, Kepala Bagian Penyakit Menular di rumah sakit VA Minneapolis, menyatakan bahwa Pretti adalah sosok baik yang selalu siap membantu orang lain. Ia mengenang: 'Kami sering mengobrol di antara pasien tentang rencana bersepeda gunung bersama. Sekarang tidak akan pernah terjadi.'
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: