BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 26 JANUARI 2026 • 14:54 WIB

Pantai Larangan Diterjang Banjir Bandang, Kayu Kembali Terdampar

Pantai Larangan Diterjang Banjir Bandang, Kayu Kembali TerdamparPantai Larangan Diterjang Banjir Bandang, Kayu Kembali Terdampar

Pantai Larangan di Kabupaten Tegal dikejutkan dengan terdamparnya banyak batang kayu setelah banjir bandang melanda kawasan Guci pada 23 Januari 2026. Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari hutan di sekitar Gunung Slamet.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Keberadaan kayu-kayu ini terlihat jelas sehari setelah kejadian banjir, menyisakan berbagai jenis batang kayu, sebagian dalam bentuk gelondongan, di pantai yang berbatasan dengan muara Kali Gung.

Asal Usul Kayu di Pantai Larangan

Setelah banjir bandang melanda Guci, dua hari berikutnya, ribuan batang kayu berukuran besar terdampar di Pantai Larangan akibat arus Sungai Gung yang meluap. Kayu-kayu ini diperkirakan terbawa arus sungai yang telah meluap selama hujan deras.

Ali Sadikin, seorang warga setempat, menjelaskan fenomena ini, "Pantai ini dekat muara Kali Gung, sungai ini tersambung sampai ke Guci. Sehari setelah kejadian banjir, kayu-kayu ini keluar dari muara Kali Gung." Penjelasan ini menunjukkan keterhubungan ekosistem antara sungai dan pantai dalam konteks kejadian ini.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Kondisi Kayu dan Ikan di Pantai

Berbagai jenis kayu terdampar di pantai, seperti sengon, pinus, albasia, dan mahoni. Menurut laporan, sebagian batang kayu diyakini merupakan sisa-sisa dari aktivitas penebangan liar yang terjadi di lereng Gunung Slamet.

Selain kayu, pascabanjir juga terlihat banyak ikan air tawar yang terdampar. Warga setempat, seperti Warim, melaporkan bahwa ikan-ikan dari jenis nila dan patin ditemukan mengambang di pantai dan diambil untuk dibawa pulang, menambah kekhawatiran akan dampak lingkungan yang lebih luas.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Banjir bandang tersebut tidak hanya mengangkut kayu tetapi juga menciptakan kekhawatiran mengenai kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh penebangan liar. Warga lokal merasakan dampak dari pengurangan kualitas lingkungan yang berpotensi memperburuk ekosistem.

Kendati banyak warga yang menunjukkan antusiasme terhadap kayu dan ikan yang terdampar, aktivitas pengambilan sumber daya ini menjadi perhatian. Banyak yang menyadari bahwa tindakan ini bisa berisiko merusak keseimbangan lokal, mengancam kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pantai Larangan Diterjang Banjir Bandang, Kayu Kembali Terdampar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!