Peluang Pemeriksaan Dude Harlino Terkait Kasus Penipuan PT DSI Mencuat
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menginformasikan kemungkinan memanggil Dude Harlino sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) senilai Rp2,4 triliun.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Pemeriksaan ini bermula dari perannya sebagai duta merek perusahaan yang kini tengah dalam penyidikan atas dugaan penipuan yang merugikan banyak pihak.
Bareskrim Polri telah meningkatkan status kasus dugaan penipuan yang melibatkan PT DSI ke tahap penyidikan sejak 14 Januari 2026. Kasus ini diduga melibatkan alat bukti berupa proyek fiktif yang dipasarkan kepada para investor.
Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, menjelaskan bahwa penipuan ini dilakukan dengan mencatut data penerima investasi yang sudah ada.
''Proyek-proyek fiktif ini dibuat seolah-olah memiliki proyek baru, yang membuat para lender tertarik untuk berinvestasi,'' ungkap Ade saat penggeledahan di kantor PT DSI.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Dugaan penipuan ini telah menimbulkan kerugian besar mencapai Rp2,4 triliun bagi sekitar 15.000 korban dari tahun 2018 hingga 2025. Para korban ini telah berinvestasi dengan harapan mendapatkan imbal hasil dari proyek yang ternyata tidak ada.
''Inilah yang membuat pemilik modal merasa dirugikan,'' tambah Ade, berkaitan dengan masyarakat yang terlibat dalam investasi PT DSI.
Para debitur investor adalah individu yang mengandalkan kepercayaan pada perusahaan sebelum akhirnya menemui kerugian substansial.
Proses penyidikan terhadap PT DSI dan pihak-pihak terkait sedang berlangsung secara profesional dan terbuka. Brigjen Ade menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.
''Penyidik terus bekerja secara profesional untuk mencari dan menemukan alat bukti yang diperlukan,'' katanya menegaskan komitmen untuk menyelesaikan kasus ini.
Dengan memanggil pihak-pihak yang memiliki informasi, diharapkan kasus ini dapat diusut tuntas dan memberikan keadilan bagi para korban yang mengalami kerugian.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: