Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah: Apa yang Perlu Diketahui di Indonesia?
Dengan meningkatnya kasus virus Nipah di India, sejumlah negara termasuk Indonesia mulai meningkatkan pengawasan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Walaupun Indonesia belum melaporkan kasus, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan imbauan terkait potensi bahaya virus ini.
India mencatat lima kasus virus Nipah terbaru di Barasat, Benggala Barat pada 25 Januari 2026. Kasus ini melibatkan dua perawat yang diduga terinfeksi saat merawat pasien dengan gangguan pernapasan berat.
Investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua perawat tersebut terpapar saat menangani pasien yang kemudian meninggal sebelum sempat menjalani pemeriksaan laboratorium. Hal ini memicu langkah cepat oleh otoritas kesehatan.
Otoritas kesehatan India menerapkan karantina dan pelacakan kontak untuk sekitar 180 orang yang berisiko. Situasi ini menjadi perhatian nasional mengingat tingkat kematian yang tinggi dari virus tersebut.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Thailand mengambil langkah proaktif dengan melakukan skrining terhadap pelancong yang tiba dari India. Penumpang dengan gejala mirip infeksi virus Nipah diimbau untuk memeriksakan kesehatannya.
Nepal juga memperketat pengawasan di perbatasan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus yang dianggap berbahaya. Kewaspadaan ini semakin diperkuat setelah adanya laporan kasus dari India.
World Health Organization (WHO) telah mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen prioritas, menandakan potensi dampak serius jika terjadi wabah.
Meski Indonesia belum melaporkan kasus virus Nipah, Kementerian Kesehatan mengambil langkah pencegahan. Pada 13 Januari 2026, mereka mengeluarkan peringatan dini yang meminta masyarakat untuk waspada.
Empat poin penting disampaikan dalam peringatan tersebut, termasuk menghindari konsumsi buah yang dicurigai terkontaminasi dan menerapkan protokol kesehatan saat bepergian ke negara berisiko.
Masyarakat juga dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang berkaitan dengan virus Nipah, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: