Virus Nipah dan Potensi Ancaman Pandemi: Apa yang Perlu Diketahui?
Temuan terbaru mengenai kasus virus Nipah di Benggala Barat, India, menarik perhatian dunia dengan hampir 100 individu yang berhubungan dengan pasien terinfeksi kini dalam pemantauan ketat.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Virus Nipah, yang tergolong dalam kelompok virus berpenularan tinggi, diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu virus yang dapat memicu pandemi di masa depan.
Berdasarkan laporan dari WHO pada 30 Juli 2024, patogen-patogen prioritas diidentifikasi berdasarkan kemampuannya dalam menciptakan keadaan darurat kesehatan masyarakat. Penilaian ini menggambarkan potensi penularan, virulensi, serta aksesibilitas terapeutik yang terbatas.
Neelika Malavige, seorang imunolog, menegaskan bahwa 'daftarnya sangat komprehensif', menunjukkan pentingnya pemahaman mendalam terhadap patogen berbahaya ini.
Sebagai tambahan, WHO sebelumnya telah merilis daftar patogen prioritas dalam laporan tahun 2017 dan 2018, menunjukkan peningkatan kesadaran global akan risiko kesehatan yang nyata.
Ana Maria Henao Restrepo dari WHO menambahkan, 'proses penentuan prioritas ini membantu mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan yang mendesak untuk ditangani dan memastikan penggunaan sumber daya yang efisien.'
Di antara lebih dari 30 patogen yang telah diusulkan, terdapat virus corona dari kelompok Sarbecovirus dan Merbecovirus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Hal ini menunjukkan perlunya pengawasan ketat terhadap keluarga virus corona.
Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan
Virus cacar monyet (mpox), yang baru-baru ini menjadi perhatian setelah epidemi global pada 2022, juga disebutkan. Malavige menekankan, dengan menurunnya kekebalan masyarakat terhadap vaksin cacar, potensi pelepasan variola bisa memicu pandemi baru.
Penambahan virus influenza subtipe H5, yang sebelumnya menyebabkan wabah pada hewan, menyoroti pentingnya pemantauan virus yang terkait dengan hewan untuk mencegah penularan ke manusia.
Virus yang dibawa oleh hewan pengerat, termasuk virus Nipah, tetap menjadi fokus karena tingginya tingkat kematian dan kemampuan penularan yang signifikan di antara hewan, serta kurangnya vaksin untuk patogen ini.
WHO telah menyusun daftar 'patogen prototipe' untuk mendorong lebih banyak penelitian terhadap virus dan bakteri yang kurang diteliti. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan darurat kesehatan di masa mendatang.
Malik Peiris, seorang ahli virus, menyatakan bahwa 'pengembangan vaksin untuk satu anggota keluarga virus dapat meningkatkan kesiapan komunitas ilmiah dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat berskala besar.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: