Mbah Kirno: 20 Tahun Terkurung Akibat Mitos yang Menyesatkan
Mbah Kirno, pria berusia 60 tahun dari Desa Temon, Ponorogo, menghabiskan dua dekade hidupnya terkurung karena dipercaya memiliki ilmu kanuragan rawarontek oleh keluarganya.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
Kondisinya terungkap setelah video evakuasi oleh Ipda Purnomo menjadi viral, menampilkan Mbah Kirno yang mengalami gangguan jiwa tanpa mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Mbah Kirno dikurung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan, diperkirakan akibat pemahaman keliru tentang ilmu rawarontek yang dipegangnya. Selama 20 tahun, kebutuhan dasarnya dipenuhi oleh adiknya melalui celah jeruji besi.
Keluarga Mbah Kirno meyakini bahwa jika ia dibebaskan, ia akan sulit dikontrol dan menjadi ancaman bagi masyarakat. Namun, Ipda Purnomo menjelaskan bahwa sebenarnya Mbah Kirno menderita gangguan jiwa tanpa mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Video evakuasi menunjukkan aparat menggunakan gerinda untuk membuka jeruji besi. Mbah Kirno terlihat terbaring lemah, dengan tubuhnya tertutupi kain sarung.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Rawarontek merupakan ilmu kanuragan legendaris yang dipercaya masyarakat, di mana pemiliknya dianggap kebal dan tidak bisa mati selama tubuhnya menyentuh tanah. Mitos ini menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat terhadap orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan tersebut.
Ada pula kepercayaan bahwa tubuh yang terputus bisa kembali menyatu bila terkena tanah. Untuk mengatasi pemilik ilmu ini, jasadnya harus dipisahkan dan dikuburkan secara terpisah agar tidak bersentuhan dengan tanah.
Walau terkesan seperti fiksi, keberadaan makam gantung di Jawa Timur memberikan bukti konkret akan kompleksitas cara pandang masyarakat terhadap fenomena ini.
Kisah Mbah Kirno mencerminkan stigma yang dihadapi ODGJ di Indonesia, di mana tindakan ekstrem seperti pengurungan sering kali dipilih oleh masyarakat. Kurangnya pemahaman tentang gangguan jiwa dapat menyebabkan tindakan yang merugikan individu yang menderita.
Dalam video evakuasinya, Ipda Purnomo menekankan pentingnya perawatan dan pemahaman terhadap ODGJ. Mbah Kirno tidak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan sosial dari lingkungan.
Hal ini memperlihatkan perlunya kesadaran yang lebih baik terkait kesehatan mental serta pentingnya penanganan yang manusiawi bagi ODGJ, agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: