BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 11:30 WIB

Virus Nipah: Belum Masuk Indonesia, Tapi India Berjuang Melawan Wabah

Virus Nipah: Belum Masuk Indonesia, Tapi India Berjuang Melawan WabahVirus Nipah: Belum Masuk Indonesia, Tapi India Berjuang Melawan Wabah

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa virus nipah belum hadir di Indonesia, meskipun virus ini telah menelan dua korban jiwa di India dan dikenal sangat infeksius dan mematikan.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Pernyataan ini penting di tengah langkah-langkah proaktif yang diambil oleh berbagai negara, termasuk India dan Thailand, untuk mengatasi penyebaran virus.

Situasi Terkini Virus Nipah di India

Virus nipah pertama kali terdeteksi di India pada bulan September 2025 dengan dua kasus resmi yang dilaporkan. 'Nipah kan itu terjadi di India dari bulan September tahun lalu,' ungkap Benjamin Paulus Octavianus.

Walaupun jumlah kasus belum mencapai ribuan, pemerintah India telah menerapkan langkah-langkah restriktif, seperti lockdown, untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dengan populasi sebesar 1,5 miliar, situasi di India memberikan gambaran penting mengenai risiko penularan virus ini. Meski dua kasus tersebut menunjukkan infeksi yang berbahaya, tingkat kematian tidak signifikan bagi keseluruhan populasi.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple

Langkah Antisipasi di Indonesia

Benjamin menyatakan bahwa penting untuk memperkuat karantina kesehatan di semua pintu masuk ke Indonesia. 'Maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat,' tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat di bandara dengan menilai fasilitas karantina kesehatan di setiap terminal.

Melihat kebijakan ketat yang diterapkan oleh negara lain seperti Thailand, Benjamin menyatakan langkah-langkah tersebut sangat perlu untuk melindungi kesehatan publik di Indonesia.

Gejala dan Proses Diagnostik Virus Nipah

Gejala awal infeksi virus nipah biasanya diawali dengan demam, serta risiko cepatnya infeksi dapat berujung pada pneumonia. 'Menyebabkan pneumonia dan angka mortalitasnya tinggi,' jelas Benjamin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat terdapat dua tenaga kesehatan muda di Bengala Barat yang terinfeksi dan mendapatkan perawatan intensif.

Kedua tenaga kesehatan tersebut menunjukkan gejala yang parah pada akhir Desember 2025 dan telah dinyatakan positif setelah dirawat. Prof. Tjandra Yoga Aditama menekankan pentingnya kapasitas diagnostik yang sesuai dengan standar internasional, 'Reputasi India National Institute of Virology memang sangat baik dan diakui secara internasional.'

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat dalam Perawatan Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Virus Nipah: Belum Masuk Indonesia, Tapi India Berjuang Melawan Wabah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!