Pandji Pragiwaksono Lakukan Ritual Permohonan Maaf di Toraja
Komika Pandji Pragiwaksono baru saja menjalani ritual permohonan maaf kepada leluhur Toraja setelah menghadapi sidang adat terkait pernyataannya yang dianggap merendahkan budaya lokal.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Dalam acara tersebut, Pandji ditetapkan untuk memberikan persembahan berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam ritual adat ma'bua'.
Sidang adat yang dijalani Pandji berlangsung pada hari Selasa lalu, di mana wasit adat, Yusuf Sura' Tandirerung, menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan disebabkan oleh ketidaktahuan Pandji tentang budaya Toraja.
Yusuf menjelaskan, "Kita tidak berikan sanksi berat karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam."
Tujuan denda tersebut adalah untuk menyelenggarakan upacara permohonan maaf kepada leluhur, yang akan diadakan di tempat yang telah ditentukan. Menurut Yusuf, ritual ini bertujuan untuk memulihkan martabat suku Toraja yang sempat ternodai.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Ritual Ma'bua' merupakan momen penting untuk memperbaiki hubungan antara manusia dan leluhur, serta sebuah pernyataan untuk tetap menghormati tradisi yang ada.
"Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur," ujar Yusuf.
Ia juga menekankan bahwa jika di masa depan Pandji melakukan kesalahan yang serupa, maka konsekuensinya akan jauh lebih berat.
Pandji Pragiwaksono telah mengakui kesalahannya terkait materi tentang ritual Rambu Solo, dan menyadari bahwa pemahaman yang kurang merupakan penyebab utama langkah tidak tepat tersebut.
Ia tidak hanya meminta maaf di hadapan masyarakat, tetapi juga di depan tokoh adat setempat, menunjukkan kesadarannya akan pentingnya keakuratan dan sensitivitas terhadap tradisi setempat.
Permohonan maaf tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat dan tokoh adat, yang berharap hubungan antara Pandji dan komunitas Toraja dapat pulih dan terjalin lebih baik.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: