BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 12:03 WIB

Krisis Kesehatan Global: Penyakit Neurologis dan Kematian yang Meningkat

Krisis Kesehatan Global: Penyakit Neurologis dan Kematian yang MeningkatKrisis Kesehatan Global: Penyakit Neurologis dan Kematian yang Meningkat

Setiap tahun, lebih dari 11 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit neurologis, dengan hampir 3 miliar individu terpengaruh oleh kondisi ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa perhatian terhadap masalah ini masih sangat minim, dengan banyak negara yang belum memiliki kebijakan yang tepat.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak

Penyakit neurologis mencakup berbagai kondisi yang berdampak pada sistem saraf, dan angka kematian yang tinggi menunjukkan perlunya penanganan yang lebih serius. Namun, situasi yang ada justru menunjukkan ketidakmerataan dalam akses terhadap perawatan yang diperlukan.

Pengertian dan Contoh Penyakit Neurologis

Penyakit neurologis mencakup berbagai kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Kondisi-kondisi ini dapat mengganggu fungsi tubuh seperti gerakan, sensasi, dan perilaku.

Contoh-contoh utama penyakit neurologis antara lain stroke, epilepsi, Alzheimer, migrain, neuropati, meningitis, dan Autism Spectrum Disorder. Masing-masing kondisi memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda yang dapat merusak kualitas hidup individu.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani

Statistik Kematian dan Kebijakan Global

WHO melaporkan bahwa kematian akibat penyakit neurologis mencapai 11 juta jiwa per tahun, yang berarti sekitar 40% populasi dunia terpengaruh. Sayangnya, hanya 32% dari 194 negara yang memiliki kebijakan nasional untuk menangani penyakit ini.

Hanya 18% negara yang mengalokasikan dana khusus untuk penanganan penyakit neurologis. Selain itu, kurang dari 25% negara-negara tersebut telah memasukkan penyakit neurologis dalam paket jaminan kesehatan universal.

Ketimpangan dalam Akses Perawatan

Menurut laporan WHO, terdapat ketimpangan signifikan dalam akses terhadap perawatan penyakit neurologis, terutama antara negara berpenghasilan rendah dan tinggi. Dalam beberapa negara berpenghasilan rendah, jumlah ahli saraf bisa lebih sedikit hingga 82 kali dibandingkan negara kaya, yang menyulitkan masyarakat mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Stigma sosial dan keterbatasan biaya juga menjadi faktor yang menghalangi akses ke layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil yang sering kali tidak memiliki unit stroke atau fasilitas rehabilitasi yang memadai.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Kesehatan Global: Penyakit Neurologis dan Kematian yang Meningkat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!