BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 20:44 WIB

Mengenal Gejala Sakit Dada: Antara 'Angin Duduk' dan Serangan Jantung

Mengenal Gejala Sakit Dada: Antara Angin Duduk dan Serangan JantungMengenal Gejala Sakit Dada: Antara 'Angin Duduk' dan Serangan Jantung

Istilah 'angin duduk' sering muncul dalam percakapan sehari-hari sebagai cara untuk menggambarkan nyeri dada. Namun, para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini bisa menjadi tanda awal serangan jantung yang memerlukan perhatian medis segera.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani

Spesialis jantung memperingatkan agar masyarakat tidak menganggap sepele gejala nyeri dada yang sering dikaitkan dengan istilah tersebut, karena bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

Memahami Istilah 'Angin Duduk'

Di kalangan masyarakat, nyeri dada sering dikenal dengan istilah 'masuk angin' atau 'angin duduk'. Pemahaman ini dibenarkan oleh dr. Yislam Aljaidi, seorang spesialis jantung, yang menyatakan bahwa keluhan lain seperti sakit punggung dan keringat dingin juga sering dimasukkan dalam kategori ini.

Namun, dr. Yislam menekankan bahwa gejala di atas bisa jadi merupakan tanda awal dari serangan jantung. Dia menjelaskan, 'Karena keluhannya nyeri dada yang tidak nyaman, bisa menjalar ke bahu, bisa ke leher, ke punggung, yang sepintas menyerupai gejala 'masuk angin'.'

Risiko Penanganan yang Salah

Salah satu masalah besar ketika menghadapi gejala serangan jantung adalah hilangnya waktu yang berharga. dr. Yislam menyebutkan bahwa saat seseorang memilih untuk mengandalkan cara-cara tradisional seperti kerokan, mereka mungkin sedang mengabaikan masalah serius.

Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran

'Makanya dianggap kayak 'angin duduk' karena pada saat itu dia dikerokin saja. Sementara jantung itu butuh waktu yang kritis, cepat dibawa ke rumah sakit,' tambahnya.

Setiap detik yang terbuang pada penanganan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko henti jantung, yang dapat berujung pada kematian mendadak.

Fakta Tentang Kerokan

Banyak orang merasakan kenyamanan setelah kerokan. Namun, dr. Yislam menjelaskan bahwa kerokan tidak menyelesaikan masalah penyumbatan pada jantung.

'Kalau dikerok, pembuluh darah yang di dalam (jantung) tetap tersumbat. Kerokan itu cuma persepsi masing-masing orang dan sebenarnya sugesti saja,' ungkapnya.

Di samping itu, dr. Yislam memperingatkan bahwa kerokan dapat berisiko menyebabkan peradangan kulit hingga infeksi, terutama jika alat tidak steril.

Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenal Gejala Sakit Dada: Antara 'Angin Duduk' dan Serangan Jantung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!