Insiden Mendesak Hedi Yunus: Vertigo dan Panic Attack Menjelang Pertunjukan
Hedi Yunus baru-baru ini mengungkapkan pengalaman menegangkannya saat mengalami serangan vertigo dan panic attack sebelum tampil di Surabaya pada 5 Februari 2026. Insiden ini terjadi hanya tiga jam sebelum jadwal penampilannya, memaksa Hedi untuk mendapatkan perawatan medis segera.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Saat check in di hotel, serangan vertigo datang tiba-tiba, memaksanya bersandar di tembok. Hedi menceritakan bagaimana timnya, termasuk asisten dan manajer, langsung panik melihat kondisi yang memburuk dengan cepat.
Dalam momen yang tidak terduga, Hedi Yunus sedang check in di hotel ketika serangan vertigo melanda. Ia merasa panik dan terpaksa bersandar pada tembok hotel untuk mendapatkan keseimbangan.
Ia merasa situasi menjadi semakin genting ketika timnya, yang terdiri dari Azhari dan manajer Hanif, melihatnya kehilangan kendali dalam hitungan detik.
"Tim saya di situ ada Azhari dan Hanif, manajer saya, panik karena saya dalam waktu hitungan detik, tiba-tiba saya menyandar ke tembok, tiang di hotel itu," ungkapnya mengenai ketegangan yang dirasakan saat itu.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran
Setelah menyisipkan permen untuk meredakan gejala yang sedang dirasakannya, Hedi Yunus berusaha menuju kamarnya yang terletak di lantai 17. Namun, sesampainya di kamar, kondisinya justru semakin memburuk.
Ia menjelaskan, "Di kamar, enggak lama, saya muntah-muntah. Banyak banget. Saat itu masih berpikir, mungkin keracunan makanan saat sarapan."
Perasaan tidak nyaman dan mual berlanjut, membuatnya semakin khawatir mengenai apa yang terjadi dengan kesehatannya.
Dalam kondisi yang semakin serius, Hedi Yunus berkoordinasi melalui video call dengan timnya di Jakarta untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Timnya menawarkan berbagai jenis minuman manis dan bergaram, tetapi tidak ada perubahan signifikan terhadap keadaannya.
Kondisi yang terus memburuk memaksanya untuk dirawat di UGD Rumah Sakit Siloam Surabaya. "Satu jam enggak ada berhenti, muntah terus, isi perut juga terus keluar akhirnya saya ke UGD," jelas Hedi, menegaskan apa yang harus dia hadapi pada saat itu.
Pengalaman ini menggambarkan betapa mendesaknya respon medis ketika menghadapi kondisi yang kritis.
Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: