Peningkatan Kanker Usus di Kalangan Muda: Pola Makan Jadi Sorotan Utama
Kasus kanker usus besar kini semakin meningkat di kalangan usia muda, menjadikan hal ini sebagai perhatian serius di Indonesia.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Pola hidup dan pola makan yang tidak sehat dianggap sebagai pemicu utama meningkatnya kasus ini.
Kanker kolorektal, atau kanker usus besar, kini semakin banyak dijumpai pada individu berusia 20 hingga 30 tahun. Dr Juwalita Surapsari, seorang spesialis gizi, menekankan bahwa rendahnya konsumsi sayur dan buah menjadi salah satu penyebab utama dari fenomena ini.
“Sekarang, usianya sudah mulai makin maju lho, yang kena itu umur 20-30 juga kena,” ungkapnya dalam sebuah acara di Gedung Trans TV. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ini perlu akses langsung untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan sehat.
Konsumsi sayur dan buah secara teratur sangat mendukung kesehatan pencernaan. Nutrisi yang terkandung dalam mereka, terutama vitamin C dan serat, memiliki peran penting dalam penyerapan zat besi dan pencegahan berbagai penyakit.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Kebiasaan makan yang tidak sehat banyak ditemui di kalangan anak dan dewasa. Dr Juwalita mengingatkan bahwa penanaman pola makan sehat perlu dilakukan dengan bijaksana agar tidak menimbulkan trauma.
Ia menyebutkan kasus dua pasien dewasa, yang berusia 23 dan 27 tahun, yang merasa kesulitan untuk mengonsumsi buah, bahkan mengalami rasa jijik pada saat melakukannya. “Nah, kalau usia dewasa sudah susah nih,” tambahnya, menunjukkan tantangan yang nyata dalam menjaga pola makan sehat.
Fenomena ini tidak hanya berlaku untuk anak-anak, tetapi banyak orang dewasa pun sering mengabaikan pentingnya asupan gizi yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan data awal cek kesehatan gratis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada lima provinsi di Indonesia yang ditandai dengan populasi berisiko tinggi untuk kanker usus. Provinsi-provinse tersebut adalah Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan total sekitar 7,6 juta orang berisiko.
Kepala Tim Kerja Kesehatan dan Deteksi Dini Kemenkes RI, Rindu Rachmiati SKM M Epid, menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah salah satu permasalahan kesehatan yang serius. “Penyebab kematian kelima tertinggi di Indonesia,” jelasnya, menunjukkan bahwa kanker ini merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di tanah air.
Angka kematian dari kanker kolorektal tampaknya tidak terlalu jauh berbeda antara laki-laki dan perempuan. Rindu mengacu pada data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) untuk menjelaskan hal ini.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: