BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 21:09 WIB

Mengatasi Buang Air Kecil di Malam Hari: Apa yang Perlu Diketahui?

Mengatasi Buang Air Kecil di Malam Hari: Apa yang Perlu Diketahui?Mengatasi Buang Air Kecil di Malam Hari: Apa yang Perlu Diketahui?

Buang air kecil saat malam hari, atau yang dikenal dengan nokturia, menjadi masalah umum bagi orang dewasa yang berusia di atas 30 tahun.

Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple

Sekitar sepertiga dari populasi dewasa mengalami kondisi ini, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada mereka yang berusia lebih dari 65 tahun.

Penyebab Nokturia

Nokturia umumnya disebabkan oleh dua faktor utama: produksi urin berlebihan di malam hari dan ketidakmampuan kandung kemih menampung urin.

Dr. Donald Bliwise, spesialis tidur di Emory University Medical Center, menyatakan bahwa usia berperan besar dalam kondisi ini. Produksi urin yang semula banyak saat siang, beralih ke malam hari seiring berjalannya waktu.

Penuaan juga berhubungan dengan perubahan elastisitas kandung kemih dan melemahnya otot dasar panggul, serta pembesaran prostat pada pria. Dr. Alayne Markland, kepala geriatri di University of Utah Health, menegaskan, "Makanya lansia sering mengalami nokturia."

Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV

Kondisi Terkait yang Meningkatkan Risiko

Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko nokturia tanpa memandang usia. Diabetes dan hipertensi dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dalam memproduksi urin.

Pada kehamilan, tekanan dari rahim memaksa kandung kemih aktif, menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat. Situasi yang sama juga dihadapi oleh pasien gagal jantung dan masalah sirkulasi.

Dr. Bliwise menambahkan bahwa apnea tidur berkontribusi dalam nokturia, di mana gangguan pernapasan ini menyebabkan peningkatan produksi urin saat malam hari.

Langkah-langkah Mengurangi Frekuensi Nokturia

Meskipun perubahan usia tak dapat dihindari, ada beberapa tindakan dalam gaya hidup yang dapat mengurangi frekuensi terbangun untuk buang air kecil. Salah satunya adalah menghindari konsumsi teh, kopi, dan alkohol menjelang tidur.

Dr. Alison Huang, dokter umum di University of California, San Francisco Health, merekomendasikan agar individu memperhatikan asupan cairan dengan menghindari minum dalam dua hingga empat jam sebelum tidur.

Bagi mereka yang mengalami pembengkakan di pergelangan kaki atau tungkai, penggunaan stoking kompresi dapat membantu. Melakukan latihan untuk memperkuat otot dasar panggul juga bermanfaat bagi penderita kandung kemih yang terlalu aktif.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengatasi Buang Air Kecil di Malam Hari: Apa yang Perlu Diketahui?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!